Virus Corona Masuk Kalbar
BREAKING NEWS - Gubernur Sutarmidji Umumkan 23 Penambahan Positif Covid-19, 7 Nakes & Sebagian OTG
Melalui akun Facebook pribadi Bang Midji mengatakan bahwa penambahan 23 kasus konfirmasi Covid-19
Penulis: Anggita Putri | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji kembali mengumumkan ada penambahan 23 kasus konfirmasi covid terbaru di Kalbar .
Melalui akun Facebook pribadi Bang Midji mengatakan bahwa penambahan 23 kasus konfirmasi Covid-19 diantaranya 15 orang dari Kota Pontianak, 3 orang di Kabupaten Mempawah, 2 orang di Landak, 1 orang di Kubu Raya, 1 orang di Sanggau, dan 1 orang dari Kota Singkawang.
“Dari 23 kasus konfirmasi Covid-19 terbaru itu ada 7 tenaga kesehatan yang sebagian berada di rumah sakit dan sebagian lagi adalah OTG,” ujar Gubernur Sitarmidji melalui akun Facebook pribadinya, Sabtu (9/5/2020).
Meningkatnya kasus konfirmasi covid-19 di Kalbar, Gubernur Kalbar Sutarmidji tak henti-hentinya selalu mengajak agar semua masyarakat Kalbar tetap waspada dan tetap dengan gaya hidup sehat.
• Gelorakan Penggunaan Masker, Personel Gabungan Polres Melawi Hadiahi Pengendara Foto Disiplin
“Jadi yang sudah negatif dari hasil tes pertama juga semakin banyak, hanya saja harus menunggu hasil swab satu kali lagi. Kalau negatif maka dinyatakan sembuh,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar semua daerah diharapkan untuk lebih waspada dan gunakan rapid test semaksimal mungkin agar bisa tahu lebih cepat dan bisa cepat mengobatinya.
Lantaran penyebaran virus covid-19 sangat cepat dan di Pontianak sendiri sudah melalui transmisi lokal.
Melawi dan Sekadau masih nihil kasus
Menurut Sutarmidji dari 14 Kabupaten kota Se-Kalbar ada dua Kabupaten yang tidak ada kasus konfirmasi Covid-19 yakni Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Melawi.
Ia melihat hal itu bisa terjadi karena kunjungan ke daerah tersebut dan interaksi masyarakat tidak terlalu besar, kemudian tidak banyak tempat berkumpul.
Namun bukan berarti mereka bebas, tapi untuk hasil rapid test sudah ada yang reaktif.
Kemudian ada pasien yang dirujuk ke rumah sakit luar daerah kalau sudah parah.
"Jadi tidak ada daerah yang bersih . Saya pastikan itu tidak ada. Namun untuk yang belum ada kasus konfirmasi covid -19 hanya dua daerah itu saja yang tidak ada. Namun sudah ada yang reaktif," ujarnya, Jumat (8/5/2020).
Sutarmidji menambahkan terkait kordinasi penanganan covid-19 dengan pemerintah daerah kabupaten kota sudah berjalan baik dan kebutuhan APD dan Rapid Test juga selalu dikirim terus oleh Pemprov.
Namun bagi daerah yang tidak maksimal melakukan rapid test akan dihentikan pengirimannya.