7.237 Orang Lolos Prakerja, Berikut Penjelasan Disnaker Kalbar
Ignasius mengatakan, program untuk penerima Kartu Prakerja ini telah direncanakan oleh Kemenaker.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sebanyak 7.237 warga Kalbar dinyatakan lulus program Kartu Prakerja gelombang 1 dan 2. Jika dirinci, mereka yang lolos pada gelombang 1 sebanyak 2.627 orang dan gelombang 2 sebanyak 4.610.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Ignasius mengatakan angka tersebut terbilang banyak jika dibandingkan provinsi-provinsi lain di Kalimantan.
Di Kalteng misalnya, yang lolos sebanyak 6.190 orang, Kalimantan Utara 2.923 orang, Kalsel 7.129 orang dan di Kaltim sebanyak 7.482 orang.
Ignasius mengatakan, program untuk penerima Kartu Prakerja ini telah direncanakan oleh Kemenaker.
Namun perkembangan terakhir, otoritasnya ada di Project Manajemen Office (PMO) yang khusus menangani Kartu Prakerja.
• Lulus Program Kartu Pra Kerja, Begini Ungkapan Wanita Muda Asal Pontianak
"Jadi untuk rencana program di tiap provinsi itu dari mereka langsung dan semuanya ditangani langsung oleh PMO yang dibentuk oleh Kemenko Perekonomian," ujar Ignasius, Kamis (7/5/2020).
Ia mengatakan nantinya semua Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemda maupun swasta diberdayakan dan akan terlibat dalam proses pelatihan secara online.
"Jadi mekanisme Kartu Prakerja ini akan melibatkan semua BLK baik yang swasta dan negeri. Jadi ketika mereka daftar secara online akan ada pilihan pendaftar mau milih BLK mana dan memilih program pelatihan yang ingin diikuti," jelas Ignasius.
Ia mengatakan bahwa BLK provinsi sudah diminta oleh bank untuk membuka rekening. Berarti BLK menjadi salah satu yang ikut dalam proses Kartu Prakerja yang nantinya akan memberi pelatihan. Jadi untuk dana Kartu Prakerja itu jumlahnya sebesar Rp 3.550.000 per orang itu tidak diterima oleh calon peserta.
"Jumlah uang Rp 3.550.000. Jadi Rp 1 juta untuk biaya pelatihan, kalau di acc 1 juta langsung ditransfer ke BLK. Jadi BLK yang mengelola dana untuk pelatihan. Lalu Rp 600 ribu untuk insentif yang diberikan per bulan selama empat bulan dan untuk biaya surveinya Rp 150 ribu," jelas Ignasius.
• Live Talk Gubernur Sutarmidji dan Pimred Tribun Pontianak Safruddin Bahas Covid-19
Pelatih yang dilibatkan adalah pelatih yang ada di BLK masing-masing. Jadi mereka akan lihat tiap BLK ini bisa melatih apa saja.
"Kalau di BLK provinsi sebelumnya kita ada pelatihan otomotif, komputer, AC, refrigator, ada paket salon, dan menjahit serta masih ada lainnya," ungkapnya.
Satu di antara peserta yang lolos Kartu Prakerja gelombang 1 adalah Parmi Riana (20), wanita asal Kota Pontianak. Ia merupakan pekerja yang dirumahkan sebagai dampak dari wabah Covid-19.
Setelah tidak bekerja sampai waktu yang tidak ditentukan, awalnya Padmi mendaftar Kartu Prakerja hanya sekadar iseng.
"Awalnya cuma iseng-iseng saja daftar karena diajak teman. Kami pun daftar ketika hari terakhir pada pendaftaran gelombang pertama. Jadi tidak ada persiapan sama sekali," ujarnya, Kamis (7/5).