Tagihan PLN Melonjak, Cek Riwayat di www.pln.co.id Ada Aplikasi Mobile dan Penjelasan Resmi PLN
Pada bulan Maret, masyarakat sudah melakukan PSBB sehingga terjadi kenaikan konsumsi listrik akibat banyaknya aktivitas pelanggan di rumah.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - PLN membantah adanya kenaikan tarif listrik yang beberapa hari ini dikeluhkan oleh para pelanggan.
Berdasarkan keterangan resmi yang dikeluarkan PLN pada Rabu (6/5/2020) malam, adanya kenaikan tarif listrik yang dikeluhkan pelanggan adalah penyesuaian dari tagihan listrik di bulan-bulan sebelumnya.
Pihaknya pun mengaku telah melakukan sosialisasi kepada pelanggan PLN terkait penyesuaian itu.
"Sudah (sosialisasi). Kita beberapa kali buatkan rilis terkait hal ini, termasuk juga ke unit-unit PLN," kata Executive Vice President Communication and CSR PLN, I Made Suprateka kepada Kompas.com, Rabu (6/5/2020).
Dia mengatakan, berdasarkan data PLN, konsumsi daya di tingkat rumah tangga selama bulan Maret dan April memang cenderung meningkat akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Simulasi perhitungan listrik PLN Untuk lebih jelasnya, bisa memperhatikan skema perhitungan tarif listrik dari PLN.
• Selama Covid-19, DJP Kalbar Akui Antusias Wajib Pajak Meningkat Pakai Layanan Daring
Karena penerapan kebijakan social distancing maka petugas catat meter tidak bisa mengunjungi pelanggan untuk melakukan pencatatan meter secara langsung .
Untuk itu, tagihan didasarkan pada perhitungan rata-rata penggunaan listrik 3 bulan terakhir (Desember, Januari, Februari).
Pada bulan Maret, masyarakat sudah melakukan PSBB sehingga terjadi kenaikan konsumsi listrik akibat banyaknya aktivitas pelanggan di rumah.
Hal ini menyebabkan terjadinya selisih antara jumlah penggunaan riil dengan pencatatan (yang didasarkan angka rata-rata seama tiga bulan).
Contoh simulasi: Sebagai contoh, penggunaan listrik rata-rata seorang pelanggan selama Desember, Januari, dan Februari adalah 50 kWh.
Ketika PSBB dilakukan pada Maret, penggunaan naik menjadi 70 kWh.
Karena PLN menghitung rata-rata pemakaian adalah 50 kWh maka selisih 20 kWh belum ditagih.
Kemudian, selisih 20 kWh tersebut baru dimasukkan pada tagihan bulan April.
Jadi, jika pemakaian listrik pada April sebesar 90 kWh, maka akan ditambahkan sebesar 20 kWh selisih tagihan pada Maret 2020 yang belum tertagih.
Sehingga, total tagihan yang harus dibayar oleh pelanggan di bulan Mei adalah 90+20=110 kWh untuk tagihan bulan April.
"Untuk tagihan di bulan Mei dihitung dari tagihan di bulan April yang ter-pending dikarenakan PSBB. Petugas PLN tidak melakukan pengecekan karena PSBB jadi perhitungan di bulan April itu berdasarkan dari rata-rata bulan Desember, Januari dan Februari." jelas Made.
Sebelumnya, seperti diberitakan Kompas.com (4/5/2020) media sosial ramai dengan keluhan warganet mengenai tagihan listrik yang lebih tinggi pada bulan ini.
• VIDEO Jenazah ABK Indonesia Dibuang ke Laut dari Kapal China, Ini Ulasan Youtube Korea Reomit
Keluhan tersebut dapat dengan mudah ditemukan di Twitter. Tidak hanya satu-dua orang saja yang mempertanyakan hal ini.
Sejumlah warganet yang mengeluhkan hal itu mengaku sudah menghemat penggunaan listrik, dan pemakaiannya sama seperti bulan-bulan sebelumnya.
Terkait hal tersebut, PLN mengaku siap menerima keluhan pelanggan.
Terutama jika pelanggan merasa ada ketidaksesuaian antara tagihan dengan tarif yang ditagihkan dengan meteran di rumah.
"Jika merasa ada ketidaksesuaian, bisa langsung melaporkan ke call center 123, namun sebenarnya semua data terecord dengan baik," kata Made Suprateka.
Pelanggan juga bisa mengecek riwayat pemakaian listrik melalui Aplikasi PLN Mobile yang dapat diunduh dari ponsel dan website www. pln.co.id.
Bagi pelanggan yang ingin melakukan pengecekan terhadap catatan pemakaian listrik bisa dilakukan melalui Aplikasi PLN Mobile, website www.pln.co.id, dan contact center PLN 123.
• INFO GEMPA - Gempa Magnitudo 7,3 Guncang Wilayah Maluku Tenggara Barat, Rabu 6 Mei 2020 Malam WIB
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pelanggan Keluhkan Tagihan Listrik Naik, Ini Simulasi Perhitungannya dari PLN.