Selama Covid-19, DJP Kalbar Akui Antusias Wajib Pajak Meningkat Pakai Layanan Daring

pelayanan perpajakan berupa permohonan dan konsultasi perpajakan dapat dilakukan melalui telepon, email, chat maupun saluran komunikasi daring

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKI FADRIANI
Kepala Kanwil DJP Kalbar, Farid Bachtiar saat menyampaikan sambutan, beberapa waktu lalu.Cegah penularan Covid-19, DJP meniadakan sementara pelayanan perpajakan secara tatap muka dan kemudian dilakukan pelayanan secara daring. / Kantor Penyuluhan, 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Guna memutus rantai penyebaran virus Corona (Covid-19) yang semakin meluas di Indonesia, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) meniadakan sementara pelayanan perpajakan secara tatap muka yang dilakukan di Tempat Pelayanan Terpadu (TPT) pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) / Kantor Penyuluhan.

Pelayanan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) di seluruh Indonesia sejak tanggal 16 Maret 2020 sampai dengan 5 April 2020 yang kemudian diperpanjang sampai dengan 29 Mei 2020.

VIDEO Jenazah ABK Indonesia Dibuang ke Laut dari Kapal China, Ini Ulasan Youtube Korea Reomit

INFO GEMPA - Gempa Magnitudo 7,3 Guncang Wilayah Maluku Tenggara Barat, Rabu 6 Mei 2020 Malam WIB

Presiden Iran Hassan Rouhani Ancam Hancurkan Amerika Serikat

Kepala Kanwil DJP Kalimantan Barat, Farid Bachtiar mengatakan pelayanan perpajakan secara tatap muka yang ditiadakan sementara di Lingkungan Kanwil DJP Kalimantan Barat berupa pelayanan perpajakan yang dilakukan di Tempat Pelayanan Terpadu di seluruh unit kerja di Lingkungan DJP Kalimantan Barat dan Layanan di Luar Kantor (LDK).

Meskipun layanan perpajakan secara langsung di kantor pajak ditiadakan, Wajib Pajak tetap dapat menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh maupun SPT Masa melalui sarana pelaporan elektronik atau online (e-filing/e-form) di laman www.pajak.go.id atau dapat pula dikirim melalui pos tercatat.

“Sementara pelayanan perpajakan lainnya baik berupa permohonan dan konsultasi perpajakan dapat dilakukan melalui telepon, email, chat maupun saluran komunikasi daring lainnya,” jelasnya dalam press rilis, Rabu (6/5/2020).

Walaupun Tempat Pelayanan Terpadu dan layanan di luar kantor ditutup, Kantor Pelayanan Pajak tetap dibuka dengan menjalankan protokol keamanan yang telah ditetapkan.

Keberadaan pegawai DJP di kantor dan di rumah tinggal untuk melaksanakan work from home telah diberikan panduan melalui Surat Edaran Menteri Keuangan dan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak.

Pelayanan perpajakan secara daring baik melalui telepon/SMS, email, chat, media sosial, maupun kelas pajak yang dilakukan oleh seluruh unit kerja di lingkungan Kanwil DJP Kalimantan Barat mulai tanggal 16 Maret 2020 sampai dengan 30 April 2020 sejumlah 130.836 layanan.

Rincian pelayanan tersebut adalah sebagai berikut :

Untuk Email 5.273 layanan, lalu untuk Whatsapp 42.778 layanan. Dilanjutkan untuk Media sosial 801 layanan, Telepon/SMS 81.744 layanan, dan Kegiatan kelas Pajak 240 layanan.

Halaman
12
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved