Tagihan PLN Melonjak, Cek Riwayat di www.pln.co.id Ada Aplikasi Mobile dan Penjelasan Resmi PLN
Pada bulan Maret, masyarakat sudah melakukan PSBB sehingga terjadi kenaikan konsumsi listrik akibat banyaknya aktivitas pelanggan di rumah.
Sehingga, total tagihan yang harus dibayar oleh pelanggan di bulan Mei adalah 90+20=110 kWh untuk tagihan bulan April.
"Untuk tagihan di bulan Mei dihitung dari tagihan di bulan April yang ter-pending dikarenakan PSBB. Petugas PLN tidak melakukan pengecekan karena PSBB jadi perhitungan di bulan April itu berdasarkan dari rata-rata bulan Desember, Januari dan Februari." jelas Made.
Sebelumnya, seperti diberitakan Kompas.com (4/5/2020) media sosial ramai dengan keluhan warganet mengenai tagihan listrik yang lebih tinggi pada bulan ini.
• VIDEO Jenazah ABK Indonesia Dibuang ke Laut dari Kapal China, Ini Ulasan Youtube Korea Reomit
Keluhan tersebut dapat dengan mudah ditemukan di Twitter. Tidak hanya satu-dua orang saja yang mempertanyakan hal ini.
Sejumlah warganet yang mengeluhkan hal itu mengaku sudah menghemat penggunaan listrik, dan pemakaiannya sama seperti bulan-bulan sebelumnya.
Terkait hal tersebut, PLN mengaku siap menerima keluhan pelanggan.
Terutama jika pelanggan merasa ada ketidaksesuaian antara tagihan dengan tarif yang ditagihkan dengan meteran di rumah.
"Jika merasa ada ketidaksesuaian, bisa langsung melaporkan ke call center 123, namun sebenarnya semua data terecord dengan baik," kata Made Suprateka.
Pelanggan juga bisa mengecek riwayat pemakaian listrik melalui Aplikasi PLN Mobile yang dapat diunduh dari ponsel dan website www. pln.co.id.
Bagi pelanggan yang ingin melakukan pengecekan terhadap catatan pemakaian listrik bisa dilakukan melalui Aplikasi PLN Mobile, website www.pln.co.id, dan contact center PLN 123.
• INFO GEMPA - Gempa Magnitudo 7,3 Guncang Wilayah Maluku Tenggara Barat, Rabu 6 Mei 2020 Malam WIB
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pelanggan Keluhkan Tagihan Listrik Naik, Ini Simulasi Perhitungannya dari PLN.