Wabah Virus Corona

Apakah Bisa Virus Corona Menyebar Melalui AC ? Hasil Penelitian Ini Membuktikannya

Mereka menduga, wabah yang terisolasi pada restoran tidak berventilasi ini dapat tersalurkan ke aliran udara dari AC tersebut.

Editor: Dhita Mutiasari
KOLASE/ TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Apakah Bisa Virus Corona Menyebar Melalui AC ? Hasil Penelitian Ini Membuktikannya 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kasus virus Corona masih saja mengalami peningkatan di dunia. 

Hingga hari ini  Kamis (7/5/2020), masih menunjukkan peningkatan kasus meskipun di sejumlah negara terjadi tren penurunan angka kasus Covid-19.

Melansir data dari Worldometers, Kamis pagi, jumlah kasus virus corona tercatat 3.810.744 kasus.

Adapun, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 264.021 orang dan pasien sembuh berjumlah 1.287.653 orang. Melihat data kasus di berbagai negara, Amerika Serikat masih menjadi negara dengan angka kasus tertinggi, lebih dari 1,2 juta kasus.

Semakin meluasnya dampak penyebaran Covid-19 di berbagai negara membuat para peneliti dan ilmuwan terus mempelajari virus baru ini dan merekomendasikan perlindungan terbaik untuk mencegah perluasan penyebarannya.

UPDATE Wuhan China - Virus Corona Mereda, Para Pelajar Sudah Mulai Masuk Sekolah

Sejumlah studi terbaru menunjukkan, bahwa virus corona bisa hidup pada permukaan seperti kardus, plastik, baja, hingga tembaga selama beberapa jam.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya mengklaim, bahwa virus corona tidak menular lewat udara melainkan melalui tetesan (droplet) yang dihasilkan oleh orang yang terinfeksi ketika orang itu batuk, bersin atau berbicara.

Namun sebuah laporan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menunjukkan, bahwa virus corona dapat menyebar di daerah-daerah yang terpapar udara dari sistem pendingin udara atau air conditioning (AC).

Dilansir dari Nationalgeographic.co.id belajar dari sebuah kejadian di Tiongkok.

10 Orang Hasil Rapid Test Reaktif, Polsek Kembayan Gencar Penyemprotan Disinfektan

Jumat (24/1/2020) siang itu, setidaknya ada 83 orang duduk untuk makan siang di restoran yang tidak memiliki jendela pada sebuah gedung bertingkat di Guangzhou, Tiongkok. 

Semua tampak biasa saja, tapi nyatanya siang itu menjadi hari petaka penyebaran Virus Corona di kota itu.

Karena di antara pelanggan restoran tersebut, terdapat satu keluarga yang terdiri dari empat orang baru kembali dari Wuhan, kota di mana wabah virus corona diduga berasal.

Semua berawal saat hari mulai sore, salah satu anggota keluarga yang datang dari Wuhan mengalami sakit dengan demam dan batuk yang mendadak yang mengharuskannya ke rumah sakit.

Kemudian pada 5 Februari terdapat sembilan orang lainnya yang makan di restoran di sore itu, terdiri dari empat anggota keluarga yang sebelumnya datang dari Wuhan dan dua keluarga lainnya yang duduk di meja lain di dekatnya, yang kemudian ikut tertular Covid-19.

Para peneliti dari Guangzhou Center for Disease Control and Prevention, membuat rilisan dini laporan terkait kasus tersebut dalam jurnalEmerging Infectious Diseases yang melakukan penelitian mengenai penyebaran virus corona melalui AC.

Mereka menduga, wabah yang terisolasi pada restoran tidak berventilasi ini dapat tersalurkan ke aliran udara dari AC tersebut. 

Para peneliti tersebut melacak pelanggan pada hari tersebut selama jam makan siang dan mencatat jalur putaran udara AC dan tempat mereka duduk.

Hasilnya adalah seperti cerita yang telah dipaparkan di atas, bahwa mereka yang terinfeksi duduk di jalur udara AC, sama dengan pasien pertama yang datang dari Wuhan (ditandai dengan A1).

Skema tempat duduk restoran di Guangzhou. Meja A adalah tempat dimana rombongan keluarga yang baru kembali dari Wuhan, dan A1 salah satu anggota keluarga yang sudah terinfeksi.
Jianyun Lu dkk
Skema tempat duduk restoran di Guangzhou.
Meja A adalah tempat dimana rombongan keluarga yang baru kembali dari Wuhan, dan A1 salah satu anggota keluarga yang sudah terinfeksi.
Sedangkan pengunjung restoran yang berada di luar aliran udara AC tersebut tidak terinfeksi.

“Kami menyimpulkan bahwa dalam wabah ini, transmisi tetesan didorong oleh ventilasi ber-AC. Faktor kunci untuk infeksi adalah arah aliran udara,” tulis para peneliti.

Namun terdapat catatan penting yang perlu diperhatikan para peneliti, yakni belum ada kesepakatan ilmiah yang pasti bahwa virus Corona dapat disebarkan melalui transmisi partikel aerosol di udara.

Meskipun virus corona dapat tersebar di udara, tapi belum jelas mengenai kemampuan bertahan, kestabilan, dan menginfeksi bila melalui udara. 

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa sampel dari unit AC tidak dites positif untuk SARS-Cov-2, peneliti mengatakan “sampel pulasan cairan dari AC semuanya negatif nukleotida. Temuan ini kurang konsisten dengan transmisi aerosol."

Dengan kata lain, dapat disimpulkan bahwa sirkulasi udara dalam ruangan dapat menyebarkan beberapa patogen di udara.

Tapi secara pasti mengenai AC dapat menularkan virus corona, para peneliti masih melanjutkan penelitian.

Sebagian artikel ini telah tayang melalui Nationalgeographic.co.id dengan judul "Sebuah Studi: Bisakah Virus Corona Menyebar Melalui AC Restoran?"

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved