AMERIKA Serikat Geram, Dilarang China Selidiki Asal Muasal Virus Corona di Wuhan, Mencurigakan!

Presiden AS Donald Trump juga terus-terusan melancarkan serangan verbal ke Tiongkok dalam beberapa pekan terakhir.

Editor: Mirna Tribun
AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/ALEX WONG
AMERIKA Serikat Geram, Dilarang China Selidiki Asal Muasal Virus Corona di Wuhan, Mencurigakan! 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID -  Selama ini China dianggap menutup-nutupi segala informasi penting soal virus corona.

Hingga kini, China bahkan belum mengumumkan dengan pasti asal muasal virus itu menyebar ke manusia, mereka terus mengatakan berasal dari kelelawar yang diduga menyebar melalui pasar  hewan liar.

Sementara negara-negara seperti Inggris dan Amerika mencoba menyelidiki sumber tersebut dengan tuduhan bahwa laboratorium di Wuhan mungkin juga berperan dalam penyebaran.

Presiden AS Donald Trump juga terus-terusan melancarkan serangan verbal ke Tiongkok dalam beberapa pekan terakhir.

Dia mengecam tindakan lamban China yang menyebabkan pandemi ini menyebar ke seluruh dunia, dan menginfeksi 2,7 juta penduduk dunia.

Makin geram dengan China, AS turun tangan untuk menyelidiki asal mula virus corona itu, dengan terjun langsung ke China tepatnya di Laboratorium Virologi Wuhan.

AMERIKA Serikat Tuduh Beijing Hancurkan Sampel Virus Corona, China Menutupi Banyak Rahasia Besar

Mengutuo Daily Express pada Jumat (24/4/20), tampaknya penyelidikan itu tidak mudah, karena diberitakan China menghalangi upaya penyelidikan tersebut.

China tidak memberikan izin penyelidikan pada AS di Wuhan.

Padahal sebelumnya mereka berencana menyelidiki Laboratorium di Wuhan.

Menurut Mike Pompeo kepada Fox News mengatakan, "Hingga saat ini China tidak mengizinkan ilmuwan Amerika untuk pergi ke China."

"Tidak hanya ke laboratorium Wuhan, tetapi dimanapin di China untuk menyelidiki asal usul virus itu China tidak mengizinkannya," jelasnya.

Akibat tindakan China itu, China kembali tuduh dengan sengaja menutupi hal-hal penting soal virus corona.

China dituduh mengambil keuntungan dari negara tetangganya dengan menyambut baik, negara yang membutuhkan pasokan alat medis dari Beijing.

Mike Pompeo juga mengaklaim China berhenti menguji sampel virus dan menghancurkan sampel yang ada, dan tidak berbagi sampel dengan dunia luar, sehingga sulit untuk melacak evolusi penyakitnya.

Amerika Serikat Perlakukan Mayat-mayat Korban Virus Corona dengan Cara Tak Lazim

INTELIJEN Amerika Serikat Sebut Kim Jong Un Dalam Bahaya Besar, Kekejaman Kim Jong Un Terbongkar

"Amerika Serikat sangat menentang penindasa yang dilakukan Tiongkok, kami berharap negara-negara lain akan meminta pertanggungjawaban mereka," katanya.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved