Breaking News:

Dituntut 6 Tahun Penjara dan Denda Rp 200 Juta, Suryadman Gidot Hari Ini Jalani Sidang Pembelaan

Kepala Dinas PUPR Bengkayang Aleksius menjalani sidang terlebih dahulu, kemudian disusul dengan Suryadmaan Gidot.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
Suasana Sidang kasus Tipikor Bupati Bengkayang Non Aktif Suryadman Gidot di Pengadilan Negeri Pontianak yang menggunakan sistem Video Conference, Selasa (21/4/2020). Insert- Bupati Bengkayang Non Aktif Suryadman Gidot saat dikawal anggota kepolisian bersenjata lengkap keluar gedung pengadilan negeri Tipikor Pontianak beberapa waktu lalu. 

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bupati Bengkayang Non Aktifkan Suryadman Gidot dan Kepala Dinas PUPR Bengkayang Aleksius kembali menjalani sidang kasus dugaan korupsi yang menjeratnya, Selasa (21/4/2020).

Dikarena Pandemi Covid-19 yang belum berakhir, sidang yang di laksanakan di Ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri Pontianak menggunakan sistem Online atau Vidio Conference.

Didalam Ruang Sidang hanya terdapat Majelis Hakim dan Penasehat Hukum Terdakwa serta satu unit monitor, di mana pada monitor tersebuut menampilkan Jaksa Penuntut Umum yang berada di Gedung KPK Jakarta, lalu Suryadman Gidot dan Aleksius yang berada di Rutan kelas II Pontianak.

Pada persidangan ini dipimpin oleh Dr. H. Priyatno Iman Santosa. SH, MH, yang didampingi oleh Mardiantos, SH, MKn, dan Edward Samosir, SH, MH yang berlaku sebagai hakim anggota.

Sidang kali ini beragendakan Pembelaan Terdakwa atau Pledoi.

Kepala Dinas PUPR Bengkayang Aleksius menjalani sidang terlebih dahulu, kemudian disusul dengan Suryadmaan Gidot.

Setelah penasehat hukum membacakan pembelaannya atas Aleksius dan Suryadman Gidot jaksa penuntut Umum yang mendengar secara langsung pembelaan Penasehat hukum memutuskan untuk tidak mengajukan Replik atas Pledoi Penasehat Hukum, dan tetap atas tuntutan mereka sebelumnya.

VIDEO: Jaksa Tuntut Gidot Penjara 6 tahun dan Denda Rp 200 Juta

Terhadap keputusan tersebut, maka Penasehat hukum tidak melakukan Duplik.

Atas sikap Jaksa Penurunan Umum dan Penasehat Hukum, maka Majelis Hakim pun memutuskan untuk langsung melaksanakan sidang Putusan pada Selasa tanggal 19 Mei 2020.

Sebelumnya, atas digaan kasus Korupsi yang menjeratnya, Suryadman Gidot dituntut oleh jaksa penuntut umum 6 tahun Penjara dan denda 200 juta, sedangkan Kapala Dinas PUPR Bengkayang dituntut lebih ringan yakni 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta.

Gidot dianggap telah terbukti secara sah dan meyakinkan serta mengakui perbuatannya atas dugaan tindak pidana suap.

Perbuatan itu bertentangan dengan Pasal 12 dan Pasal 11 Undang - Undang Tindak Pidana Korupsi.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Penulis: Ferryanto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved