VIDEO: Jaksa Tuntut Gidot Penjara 6 tahun dan Denda Rp 200 Juta

Sidang Tuntutan terhadap keduanya sempat tertunda selama 3 Minggu akibat wabah Covid 19 yang menyebar di Indonesia

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Tersangkut kasus Tipikor,  Bupati Bengkayang Non Aktif Suryadman Gidot dituntut penjara 6 tahun dan denda 200 juta rupiah oleh jaksa Penuntut Umum KPK pada sidang yang beragendakan tuntutan di Pengadilan Negeri Pontianak. Selasa (7/4/2020). Sore.

Sementara itu, Aleksius, kepala Dinas PUPR Bengkayang di tuntut penjara 5 tahun dan denda 200 juta rupiah.

Jaksa penuntut umum pada persidangan menyampaikan bahwa keduanya telah terbukti secara sah dan meyakinkan serta mengakui perbuatannya atas dugaan tindak pidana korupsi / suap di Kabupaten Bengkayang.

Sidang Tuntutan terhadap keduanya sempat tertunda selama 3 Minggu akibat wabah Covid 19 yang menyebar di Indonesia, untuk meminimalisir penyebaran virus tersebut sidang tuntutan pun dilaksakan dengan sistem online atau vidio cconference.

FOTO: Sidang Tele Conference Pembacaan Tuntutan Kasus Korupsi Suryadman Gidot

Didalam ruang sidang Cakra terdapat satu monitor yang terhubung langsung yang menghadap ke majelis hakim serta satu unit laptop yang menghadap Penasehat hukum terdakwa

Pada persidangan ini dipimpin oleh Dr. H. Priyatno Iman Santosa. SH, MH, yang didampingi oleh Mardiantos, SH, MKn, dan Edward Samosir, SH, MH yang berlaku sebagai hakim anggota berada di Pengadilan Negeri Pontianak, sedangkan terdakwa berada di Rutan Kelas 2 Pontianak, sedangkan jaksa penuntut umum berada di Gedung KPK Jakarta.

Atas tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum KPK, penasehat Hukum kedua terdakwa Andel SH, MH menyampaikan bahwa pihaknya akan membuat pledoi atas tuntutan tersebut.

"Atas tuntutan dari Jaksa, maka kami akan melakukan Pledoi terhadap kedua Terdakwa dan akan kami sampaikan 2 minggu kedepan pada tanggal 21 April 2020,"jelasnya.

Ditanyai Tribun apakah tuntutan tersebut sesuaikan dengan perbuatan Terdakwa, Andel pun mengatakan akan menjawab hal tersebut didalam Pledoinya.

"Itu akan kami sampaikan di Pledoi nanti, karena kalau kami sampaikan sekarang tidak etis, untuk saat ini kami sudah ada rumusan untuk Pledoi, dan Pledoinya nanti juga akan kami kolaborasi kan dengan tuntutan dari Jaksa,"pungkas Andel.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Penulis: Ferryanto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved