Wabah Virus Corona
Pakar Kembali Temukan Gejala Baru Terinfeksi Virus Corona, Kulit Merah hingga Gatal-gatal
Banyaknya pasien Covid-19 yang melaporkan gejala di atas semakin menguatkan bahwa hal ini berhubungan dengan infeksi virus corona.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Penyebaran virus corona secara global terus meluas.
Tak hanya dari jumlah kasus, jumlah pasien yang sembuh juga mengalami peningkatan.
Dilansir dari data Worldometers hingga Selasa (14/4/2020) pagi, jumlah kasus positif virus corona telah menginfeksi hampir 2 juta orang.
Lebih tepatnya 1.920.057 orang di dunia telah dinyatakan positif Covid-19.
Sementara itu, sebanyak 443.732 orang yang sebelumnya positif virus corona, telah dinyatakan sembuh.
Namun, 119.403 orang meninggal dunia lantaran terinfeksi Covid-19.
• BREAKING NEWS - Gubernur Kalbar Sutarmidji Umumkan Minggu Depan Uji Swab Corona Bisa di Pontianak
Batuk, demam, napas pendek merupakan tiga gejala virus corona yang sering disebut oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Namun, jumlah kasus yang terus meningkat di dunia menyebabkan kemunculan berbagai gejala yang jauh lebih luas.
Deskripsi lebih rinci dari gejala virus corona menunjukkan bagaiamana dokter dan peneliti masih mempelajari tentang virus itu.
Covid-19 dapat dimulai dengan cara yang sama di antara pasien tanpa memandang usia atau status kesehatan seseorang.
• BERDASARKAN Hasil Penelitian, 6 Pakar Prediksi Puncak Virus Corona Terjadi Pada Pertengahan Mei
Gejala Baru Virus Corona
Ahli Perancis baru-baru ini mengatakan bahwa virus corona SARS-CoV-2 dapat menyebabkan gejala dermatologis, seperti pseudo-frostbite (radang dingin semu), kulit kemerahan yang kadang menyakitkan, dan gatal-gatal.
Menurut persatuan dokter spesialis kulit dan penyakit kelamin Perancis (SNDV), gejala dermatologis itu memengaruhi tubuh di luar sistem pernapasan dan kemungkinan terkait dengan infeksi virus corona baru penyebab Covid-19.
Banyaknya pasien Covid-19 yang melaporkan gejala di atas semakin menguatkan bahwa hal ini berhubungan dengan infeksi virus corona.
"Gejala dermatologis dapat muncul tanpa disertai gejala pernapasan," ungkap SNDV dalam siaran persnya, seperti dilansir The Jerusalem Post, Minggu (12/4/2020).