Wabah Virus Corona

Peneliti Inggris Temukan 3 Varian Virus Penyebab Covid-19, Terungkap Mutasinya Berbeda-beda Negara

Peneliti Inggris yang berasal dari Universitas Cambridge dan Jerman telah menganalisis 160 genom virus corona yang berasal dari manusia.

Editor: Dhita Mutiasari
Kemenkes
Ilustrasi virus corona (COVID-19).Peneliti Inggris Temukan 3 Varian Virus Penyebab Covid-19, Terungkap Mutasinya Berbeda-beda Negara 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Jumlah kasus virus corona jenis baru penyebab Covid-19 masih saja mengalami peningkatan di seluruh dunia.

Melansir data yang dikumpulkan oleh John Hopkins University hingga Senin (13/4/2020) pagi,  jumlah kasus virus corona yang telah dikonfirmasi di seluruh dunia adalah sebanyak 1.846.680 kasus.

Artinya, lebih dari 1,8 juta orang terinfeksi virus corona.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 114.090 pasien atau 6,18 persen dari total kasus yang dikonfirmasi, meninggal dunia.

Adapun jumlah pasien sembuh telah mencapai 421.722 orang atau 22,84 persen dari seluruh kasus yang telah dikonfirmasi.

Jumlah kasus terbanyak masih dicatatkan oleh AS dengan lebih dari 500.000 kasus, disusul Spanyol, Italia, Perancis, dan Jerman.

Adapun kasus kematian tertinggi juga masih dicatatkan di AS, disusul Spanyol dan Italia.

Sementara, untuk jumlah pasien sembuh terbanyak sejauh ini dicatatkan oleh Spanyol, yaitu sebanyak lebih dari 62.000 pasien.

Penelitian seputar virus baru ini terus saja bergulir.

ILMUWAN Temukan 6 Jenis Baru Virus Corona pada Hewan Ini

Peneliti Inggris yang berasal dari Universitas Cambridge dan Jerman telah menganalisis 160 genom virus corona yang berasal dari manusia.

Genom ini diperoleh dari sampel di seluruh dunia yang didapatkan sejak 24 Desember 2019 hingga 4 Maret 2020.

Para peneliti ini berhasil memetakan jaringan genetik virus corona yang menyebar dari China juga Asia, ke Australia, Eropa, dan Amerika Utara.

Dari hasil penelitian tersebut diketahui, saat ini terdapat 3 varian berbeda dari Covid-19.

Mereka menyebutnya sebagai 'A', 'B', dan 'C'.

Virus corona dari penyakit Covid-19 versi 'A' merupakan yang paling dekat dengan Covid-19 yang ditemukan pada kelelawar dan trenggiling sebagaimana banyak ditemukan di Wuhan, namun jenis 'A' ini tidak mendominasi di kota itu.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved