Wabah Virus Corona

UPDATE Virus Corona Bunuh 20.580 Orang di Amerika Serikat, Jangkiti 533.115 Lampaui Italia & Spanyol

Amerika Serikat ( AS ) kini tercatat sebagai negara dengan tingkat kematian tertinggi akibat virus corona atau covid-19.

Penulis: Marlen Sitinjak | Editor: Marlen Sitinjak
worldometers
UPDATE Virus Corona Bunuh 20.580 Orang di Amerika Serikat, Jangkiti 533.115 Lampaui Italia & Spanyol. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Amerika Serikat ( AS ) kini tercatat sebagai negara dengan tingkat kematian tertinggi akibat virus corona atau covid-19.

Negeri Paman Sam itu juga di urutan paling atas jumlah kasus covid-19.

Dikutip dari worldometers, Minggu (12/4/2020) pukul 13.30 WIB, virus corona menjangkiti 533.115 di Amerikan dan 20.580 di antaranya meninggal dunia.

New York, menjadi kawasan paling berbahaya di Amerika Serikat dengan 160 ribu lebih kasus covid-19.

Apakah Bayi dan Anak Harus Pakai Masker untuk Mencegah Tertular Virus Corona Covid-19?

UPDATE Virus Corona Bunuh 20.580 Orang di Amerika Serikat, Jangkiti 533.115 Lampaui Italia & Spanyol.
UPDATE Virus Corona Bunuh 20.580 Orang di Amerika Serikat, Jangkiti 533.115 Lampaui Italia & Spanyol. (worldometers)

SELENGKAPNYA KLIK worldometers

Mengapa itu bisa terjadi, dan apa yang bisa diupayakan pemerintah untuk mengatasinya?

Berikut adalah penjelasannya yang dilansir dari pemberitaan AFP.

1. Apakah New York lebih rentan?

Pada Jumat (10/4/2020) negara bagian New York memiliki hampir 160.000 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi.

Jumlah ini melebihi negara-negara Eropa dengan dampak terparah seperti Italia dan Spanyol.

Gubernur New York Andrew Cuomo berulang kali telah mengatakan, bahwa kepadatan dan jumlah pengunjung asing menjadikan New York City tempat penyebaran ideal untuk penyakit menular.

Ibu kota keuangan AS tersebut berpopulasi 8,6 juta jiwa.

Jutaan penumpang kereta komuter berdesakan di kereta bawah tanah setiap hari, bahkan menjaga jarak di trotoar pun terkadang sulit karena saking sesaknya.

New York City (NYC) memiliki lebih dari 60 juta wisatawan per tahun, dan merupakan titik masuk ke AS bagi banyak pelancong.

Itu berarti, siapa pun yang membawa Virus Corona kemungkinan akan menulari orang lain lebih dulu di sana.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved