Gunung Anak Krakatau Meletus 2 Kali hingga Erupsi Gunung Merapi, Heboh Suara Dentuman Misterius
Anehnya, pada Sabtu (11/04/2020) dini hari, sekitar pukul 01.40-03.00 WIB terdengar dentuman aneh yang melanda warga Jakarta dan sekitarnya.
Letusan pertama terjadi pada pukul 21.58 WIB, dengan estimasi kolom abu mencapai ketinggian 357 meter di atas permukaan laut.
Sementara, letusan GAK kedua terjadi pada pukul 22.35 WIB, dengan estimasi kolom abu mencapai ketinggian 657 meter di atas permukaan laut.
• Gunung Merapi Meletus, Kolom Erupsi Mencapai 2000 Meter, Apa Itu Kolom Erupsi?
Hari yang Sama dengan di Jawa Tengah dan Yogyakarta
Letusan Gunung Anak Krakatau meletus pada hari yang sama dengan letusan Gunung Merapi yang berada di Jawa Tengah dan Yogyakarta, hanya saja Merapi meletus pada Jumat pagi.
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Agus Wibowo membenarkan mengenai adanya erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut.
"Iya benar. Semalam Gunung Anak Krakatau meletus deket-deket jam 12 tadi malam hingga jam 5 tadi pagi masih meletus," kata Agus saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (11/4/2020) pagi.
Agus mengatakan, tinggi kolom abu yang dikeluarkan Gunung Anak Krakatau berdasarkan laporan yang ia dapat yakni hingga sekitar 500 meter.
"Untuk letusan pertama sekitar 500 meter, lalu terus meletus sampai pagi tadi. Jam 5-an masih terus ada erupsi," jelas Agus.
Anehnya, pada Sabtu (11/04/2020) dini hari, sekitar pukul 01.40-03.00 WIB terdengar dentuman aneh yang melanda warga Jakarta dan sekitarnya.
Sejumlah warganet di akun Twitter BNPB melaporkan mendengar dentuman aneh tersebut, yang diduga berkaitan dengan meletusnya Gunung Anak Krakatau.
Pemilik akun Twitter @wulanCnt misalnya, ia mengaku mendengar suara dentuman di Jabodetabek.
"Halo, min. Please kasih rilis terkait dentuman yang barusan terjadi di daerah Jabodetabek dong. Apa bener ini karena erupsi krakatau? Atau gimana?," cuitnya.
Ketika dikonfirmasi mengenai suara dentuman aneh tersebut, Agus belum mengetahui darimana suara tersebut berasal.
"Itu (suara dentuman) saya yang belum dapat laporan. PVMBG tidak melaporkan hal itu juga. Saya masih belum tahu darimana asal suara tersebut," papar dia.
Agus menegaskan erupsi Gunung Anak Krakatau tidak mengakibatkan tsunami.