Breaking News:

BABAK Baru Kasus Jiwasraya, Benny Tjokro Balik Gugat BPK & Jampidsus | Sampaikan 6 Poin Petitum

Bob Hasan menyebut, ketiga pihak tersebut telah melakukan perbuatan melanggar hukum. setidaknya ada enam poin dalam petitum yang diajukannya

Editor: Ishak
KONTAN/Cheppy A. Muchlis
BABAK Baru Kasus Jiwasraya, Benny Tjokro Balik Gugat BPK & Jampidsus | Sampaikan 6 Poin Petitum / Ilustrasi Jiwasraya 

Kedua, menyatakan secara hukum tergugat I, tergugat II dan tergugat III terbukti telah lalai dalam menjalankan tugasnya sehingga secara sah telah melakukan perbuatan melawan hukum.

"Karena tidak melalui prosedural hukum dalam memperhitungkan kerugian keuangan negara, oleh karenanya kami anggap sebagai lalai dan perbuatan melawan hukum," tutur Bob Hasan sebagaimana dikutip dari Kontan.co.id, Sabtu (11/4/2020). 

Tema ILC TVOne Selasa (7/1/2020) Malam Ini, Karni Ilyas: Siapa yang Merampok Jiwasraya?

Ketiga, menyatakan sah penggugat tidak terbukti melakukan perbuatan melawan hukum dan tidak merugikan keuangan negara.

Keempat, menjatuhkan putusan ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu meskipun ada upaya banding dan kasasi.

Kelima, menghukum para tergugat untuk tunduk dan patuh terhadap putusan perkara ini.

Adapun yang keenam adalah menghukum para tergugat untuk membayar biaya perkara yang timbul dalam perkara ini.

Bob Hasan menegaskan ada kesewenang-wenangan pihak tergugat dalam menentukan kerugian keuangan negara senilai total Rp 16 triliun.

Dia mempertanyakan keterkaitan kliennya yang juga pemilik dan Dirut PT Hanson International Tbk (MYRX), dengan kerugian keuangan negara yang diperhitungkan semenjak tahun 2008 sampai dengan 2018.

Seperti dijelaskan Bob Hasan, dalam audit terdapat tiga periode kerugian negara tersebut dijabarkan.

Rinciannya adalah sebagai berikut: 

Tema ILC TVOne Selasa (7/1/2020) Malam Ini, Karni Ilyas: Siapa yang Merampok Jiwasraya?

  1. Tahun buku 2008-2009, PT Asuransi Jiwasraya telah mengalami kerugian sebesar Rp 6 triliun.
  2. Tahun 2016 ada saham BJBR, PPRO, SMBR dan SMRU yang merugikan negara sebesar Rp 4.6 triliun.
  3. Adanya 21 produk reksadana dan 13 manajer investasi (MI) yang merugikan negara sebesar Rp 12,1 triliun.
Halaman
123
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved