Virus Corona Masuk Kalbar

Pemkot Pontianak Memprediksi Tingkat Inflasi akan Naik 0,13 Persen

Hal itu lantaran melihat daya beli masyarakat menurun drastis sehingga jika diprediksi bisa terjadi kenaikan dan kemungkinan juga tidak.

NET
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan memperkirakan akan terjadi inflasi menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri tahun ini.

Hal itu lantaran melihat daya beli masyarakat menurun drastis sehingga jika diprediksi bisa terjadi kenaikan dan kemungkinan juga tidak.

"Kita harapkan deflasi tidak anjlok, inflasi diperkirakan naik sekitar 0,13 persen. Kita harapkan normal-normal saja," jelasnya usai rapat koordinasi High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Pontianak dalam rangka antisipasi inflasi menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah melalui video conference di Ruang Pontive Center.

ODP Covid-19 Kayong Utara Kembali Naik, Sekarang Jadi 42 Orang

Penurunan daya beli masyarakat, dinilainya berimbas pada menurunnya harga beberapa komoditas.

Hal itu juga sebagai dampak dari himbauan social distancing untuk menekan penyebaran Covid-19.

Seperti misalnya komoditas ayam dan daging sapi yang mengalami deflasi karena sektor perhotelan, pariwisata, restoran dan rumah makan banyak yang menutup sementara usahanya.

Sehingga konsumen sektor tersebut juga mengalami penurunan.

"Tentunya ini berdampak juga terhadap konsumsi komoditas ayam dan daging sapi," ujarnya

Terlebih harga ayam yang mengalami penurunan sehingga dapat merugikan para peternak ayam.

Untuk itu, pihaknya tengah mencarikan solusi terhadap anjloknya harga ayam di pasaran.

Halaman
123
Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved