Stok Gula Pasir Kalbar Habis, Harga Melonjak di Sanggau & Sambas, Sutarmidji Ancam Sanksi Penimbun

Harga satu kilogram gula bisa mencapai Rp 25 ribu di beberapa wilayah seperti Sanggau dan Sambas.

Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK/ALFON PARDOSI
Gula Pasir yang dijual di Pasar Rakyat Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. 

Mulyadi menerangkan bahwa kenaikan harga gula tersebut bukan saja terjadi di Pontianak, akan tetapi juga dialami oleh beberapa daerah diluar Kalbar.

Selain gula, Mulyadi memastikan stok sejumlah komoditas bahan pokok dan kebutuhan masyarakat sehari-hari lainya harganya relatif stabil.

Tim TPID telah melakukan pemantauan stok Sembako di sejumlah gudang milik distributor di Kota Pontianak.

Ia memastikan stok beras mencukupi untuk Ramadan dan menyambut Idul Fitri mendatang.

"Untuk stok tidak ada masalah, kita sudah cek dibeberapa distributor stok beras itu mencukupi. Untuk sayur mayur, ikan, ayam, telur, dan minyak goreng harganya relatif stabil dan masih bisa terjangkau," lanjutnya.

Kendati demikian, bahwa harga bawang merah dan bawang putih harganya yang masih fluktuatif.

"Kisaran harga bawang putih itu di atas Rp 30ribu. Tapi mudah-mudahan menjelang ramadan harga bawang putih dan merah kembali stabil," ujarnya. 

Kepala Divre Bulog Kalbar Bubun Subroto mengakui stok gula di Bulog sudah kosong dan sudah dilaporkan kepada Gubernur Kalbar terkait keadaan saat ini.

Ia mengatakan, stok gula di Bulog sudah terjual semuanya.

Bulog saat ini sedang memproses pengiriman gula tahap pertama sekitar 250 ton. Gula dipesan dari pabrik di Lampung.

“Jadi mekanismenya komersil bukan penugasan dari pemerintah. Jadi Bulog berinisiatif mencari sumber gula pasir dalam negeri, ternyata kami mendapatkan di pabrik swasta di Lampung,” ujarnya.

Khusus Bulog Kalbar sudah dialokasikan sebanyak 250 ton yang saat ini dalam proses pengiriman.

“Mudah-mudahan sebelum Lebaran sudah sampai karena kemaren ada masalah perkembangan harga yang naik. Bulog sudah mendapatkan alokasi pengiriman gula ke Kalbar. Diharapkan dua minggu sudah sampai kalau tidak ada lockdown,” ujarnya.

Terkait harga, diperkiraan karena ini bisnis murni. Jadi disesuaikan nanti dan melalukan kordinasi harga dengan Disperindag Kalbar dengan perkembangan saat ini .

“Tentu Bulog akan memberikan harga yang lebih murah dan jangan khawatir dengan harga gula karena bulog akan berikan harga lebih murah dari pasaran,” pungkasnya. (oni/dan/ang)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved