Stok Gula Pasir Kalbar Habis, Harga Melonjak di Sanggau & Sambas, Sutarmidji Ancam Sanksi Penimbun
Harga satu kilogram gula bisa mencapai Rp 25 ribu di beberapa wilayah seperti Sanggau dan Sambas.
Menurutnya banyak perusahaan pelat merah di Kalbar yang bergerak diberbagai sektor dan setiap tahunnya mengambil sumber daya alam di Kalbar tapi saat seperti ini tidak peduli dengan masyarakat Kalbar.
Bahkan menurutnya bisa saja izin konsesi perusahaan atau izin lainnya dicabut agar tidak lagi beroperasi di Kalbar.
Midji meminta kepala daerah proaktif dalam membantu masyarakatnya.
Bahkan dirinya meminta masyarakat mencatat apa yang dilakukan oleh kepala daerahnya.
"Kepala daerah harus aktif, masyarakat liat aja, catat aja apa yang telah dibuat. Sekalipun ditunda, kan Pilkada tetap ada. Saya pantau terus daerah-daerah dan saya tugaskan orang-orang untuk memantau," ucap Midji.
Gubernur juga menjelaskan terkait penanganan corona. Ada yang berbeda pandangan antara rumah sakit dengan dinas kesehatan setempat.
Menurutnya, rumah sakit dan kepala daerah cukup menyiapkan tempat isolasi aja.
Sutarmidji terimakasih pada Pemerintah Kabupaten Sanggau.
Ia menilai Pemkab Sanggau begitu bagus responsnya dalam menangani TKI yang pulang.
"Saya juga berharap santri yang pulang diisolasi di rumah mereka saja, tapi dipantau tiap hari," pungkasnya.
Ketua Harian Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pontianak Mulyadi mengakui tingginya harga gula pasir putih di pasaran. Harga gula bahkan melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
Saat ini, kata Mulyadi, harga satu kilogram gula di pasaran Rp 19.500 hingga Rp 20 ribu.
"Malah ada yang harganya lebih dari Rp 20 ribu, karena memang untuk gula stoknya agak terbatas, tapi stoknya ada," ujarnya.
Mulyadi menerangkan, berdasarkan keterangan para distributor, bahwa jika proses penggilingan sudah selesai maka distribusi gula dari Jawa akan tiba di Pontianak.
"Kan kondisinya para petani tebu saat ini juga sedang dalam persiapan panen. Jika setelah panen dan gula tersebut dikirim ke sini, harga gula pasti akan turun," ujarnya.