Wabah Virus Corona

Donald Trump Siap Minum Obat Covid-19 yang Saat Ini Dibuat oleh Ilmuwan Amerika Serikat

Trump menyatakan pekan depan akan sangat sulit karena akan ada banyak kematian akibat Covid-19 di AS.

Editor: Jimmi Abraham
ERIN SCHAFF/THE NEW YORK TIMES
Donald Trump Siap Minum Obat Covid-19 yang Saat Ini Dibuat oleh Ilmuwan Amerika Serikat 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Donald Trump, Presiden Amerika Serikat atau AS mengaku siap mencoba sendiri obat penyembuh Covid-19 yang kini tengah dibuat di Negeri Paman Sam tersebut.

Ia juga mendorong orang lain, dengan persetujuan dokter, agar melakukan hal yang sama.

Dalam pernyataan pers, Sabtu (4/4/2020) waktu setempat, Trump juga menegur beberapa negara bagian di AS yang meminta lebih banyak ventilator daripada kebutuhan, kepada pemerintah federal.

Trump menyatakan pekan depan akan sangat sulit karena akan ada banyak kematian akibat Covid-19 di AS.

Tetapi, dia juga menegaskan kembali kekhawatirannya pencegahan yang dilakukan melalui jaga jarak sosial lebih buruk daripada masalahnya.

Trump menghadapi kritik karena awalnya meremehkan risiko virus corona dan sempat bimbang antara memperingatkan orang Amerika tentang tingkat keparahannya dan mengeluh tentang biaya ekonominya.

Social Distancing saat Pandemi Corona, 5 Zodiak Ini Malah Tak Nyaman Ketika Harus Bekerja dari Rumah

Komentar optimistis Trump pada Sabtu tentang manfaat obat anti-malaria hydroxychloroquine untuk mengobati Covid-19, mencerminkan kecenderungannya untuk memberikan respon positif pada suatu masalah, bahkan ketika data masih dikumpulkan.

"Saya akan mencobanya (obat untuk Covid-19). Saya harus bertanya pada dokter tentang itu, tetapi saya mungkin mencobanya," kata Trump.

Presiden AS itu telah dites dua kali untuk virus corona, menurut Gedung Putih, dan keduanya negatif.

Komisi Eropa mengatakan minggu ini kemanjuran dari hydroxychloroquine untuk mengobati Covid-19 belum terbukti.

Trump mengatakan pemerintah federal memiliki 29 juta dosis obat dan menambah cadangan nasionalnya.

Dia mengatakan telah meminta Perdana Menteri India Narendra Modi untuk mencabut penangguhan pesanan obat AS.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS telah mengeluarkan otorisasi darurat untuk obat yang akan didistribusikan dari persediaan nasional bagi dokter dalam meresepkan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

"Kami hanya mendengar cerita yang sangat positif dan kami terus mengumpulkan data," kata Trump.

Ia mengatakan kekhawatiran akan kekurangan pasokan telah mendorong AS untuk meminta lebih banyak ventilator daripada yang mereka butuhkan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved