Virus Corona Masuk Kalbar

Apindo Bersama Pegiat Ecoenzim Beri Solusi Disinfektan Berbahan Organik

Antara lain dengan menghadirkan bilik disinfektan dan juga penyemprotan disinfektan di lingkungan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIZKI KURNIA
Ketua Tiga Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalbar, Andreas Acui Simanjaya beserta komunitas pegiat ecoenzim di Pontianak Solusikan Ecoenzim disinfektan Organik.  

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalbar bekerjasama dengan komunitas pegiat ecoenzim di Pontianak membantu memberikan solusi terhadap kebutuhan disinfektan yang aman bagi pengunaan pada masyarakat.

 Andreas Acui Simanjaya menerangkan dengan adanya pandemi Virus Corona menyebabkan semua pihak berusaha bahu membahu untuk berbuat sesuatu bagi kebaikan masyarakat.

"Antara lain dengan menghadirkan bilik disinfektan dan juga penyemprotan disinfektan di lingkungan," ungkap Andreas Acui Simanjaya, Minggu (5/4/2020).

Andreas Acui Simanjaya mengungkapkan saat ini masyarakat masih membuat disinfektan mandiri dengan mencampur cairan pemutih dan pembersih lantai dan hal tersebut telah dinyatakan berbahaya oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mahluk hidup.

1164 Orang Berstatus ODP di Kabupaten Sanggau dan 639 Orang Selesai Dipantau

"Masyarakat berusaha membuat sendiri bahan disinfektan yang antara lain dengan mencampurkan cairan pemutih kain dengan sabun pembersih lantai yang memang bisa membunuh berbagai mikroorganisme penyebab penyakit," ungkapnya Andreas Acui Simanjaya.

Namun, Andreas Acui Simanjaya menjelaskan pengunaan bahan disinfektan yang terbuat dari bahan pemutih di campur sabun tidak dianjurkan oleh pemerintah melalui kementerian kesehatan maupun berdasar rekomendasi WHO.

"Karena bahan pemutih bahan dasarnya adalah kaporit yang jika tercampur sabun akan menghasilkan gas klorin yang  berbahaya bagi pernapasan dan juga menyebabkan iritasi pada kulit," lanjut Andreas Acui Simanjaya.

Andreas Acui Simanjaya menerangkan komunitas pegiat ecoenzim selama ini menghasilkan eco enzim dari bahan bahan yang diperoleh disekitar lingkungan kita seperti sisa kulit buah dan berbagai bahan sisa dapur yang difermentasikan dengan campuran molase atau gula merah dengan proses sekitar 3 bulanan yang kemudian menghasilkan cairan ecoenzim yang bersifat asam.

 Ia meneran Andreas Acui Simanjaya menerangkan, cairan ecoenzim tersebut untuk saat ini dapat digunakan mengepel lantai, mencuci sayuran dan buah, bahkan dapat digunakan untuk menghilangkan aroma tidak sedap di ruangan.

 "Selama ini cairan ecoenzim digunakan untuk berbagai kebutuhan sanitasi dirumah tangga mulai dari untuk mengepel lantai, mencuci sayuran dan buah, disemprotkan atau di campurkan pada air mesin penyegar udara untuk menghilangkan aroma tidak sedap dalam ruangan," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: Rizki Kurnia
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved