Virus Corona Masuk Kalbar

DMI Pontianak Sarankan Masjid Manfaatkan Kas untuk Bantu Masyarakat Sekitar Yang Terdampak Covid-19

Apakah itu dari dana infak dari jemaah yang mampu untuk yang tidak mampu atau dari dana masjid

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Sekretaris DMI (Dewan Masjid Indonesia) Kota Pontianak, H Muhammad Arif 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK  – Gerakan kemanusian dalam rangka melawan wabah covid 19 Pontianak terus digelorakan oleh Berbagai elemen masyarakat. Kali ini datang dari Organisasi Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pontianak akan melayangkan surat imbauan kepada seluruh pengurus masjid agar menggunakan anggaran kas masjid untuk penanganan covid 19 di Kota Pontianak. Minggu (5/4/2020)

Sekretaris Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pontianak, Muhammad Arif menyarankan agar pengurus masjid di Kota Pontianak menggunakan dana yang terhimpun dari jamah untuk membantu masyarakat di sekitaran masjid yang terdampak pandemi covid-19.

Catering Makanan di Pontianak Sepi dan Tutup, Pengusaha Mengalami Kerugian hingga Puluhan Juta

“Pengurus masjid juga bisa menyiapkan dana untuk masyarakat. Apakah itu dari dana infak dari jemaah yang mampu untuk yang tidak mampu atau dari dana masjid,” ujar Muhammad Arif.

Ia menerangkan anggaran kas masjid bisa digunakan untuk membeli bahan-bahan pokok seperti beras, gula dan minyak. Kemudian bahan pokok itu dibagikan ke masyarakat atau jamaah yang terdampak dari covid-19 di sekitaran masjid.

“Dana yang ada itu diambil sebagian, karena memang selama ini kas masjid untuk pembangunan dan operasional masjid. Dana itu dari masyarakat, yang terhimpun setiap pekan atau jumat bisa dikumpulkan untuk membantu masyarakat utamanya yang tidak mampu,” jelas Muhammad Arif.

Ia menyatakan untuk pemberian bantuan pengurus masjid bisa melakukan pendataan siapa saja yang berhak mendapatkan bantuan.

Pendataan pun dimaksudkan agar tidak tumpang tindih sebagai sejumlah bantuan sosial baik itu dari lembaga tertentu maupun pemerintah juga sudah ada yang mengalir.

“Tinggal komunikasikan agar tidak tumpang tindih. Dari data itu bisa diketahui apakah sudah ada yang mendapat bantuan dari lembaga atau pemerintah,” ujarnya.

Menurutnya apa yang dilakukan itu adalah peran bersama untuk penanggulangan wabah covid-19. Peran itu pun tidak hanya dilakukan pemerintah, tapi juga masyarakat maupun lembaga keagamaan serta masjid untuk penanggulangan wabah covid-19.

Halaman
12
Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved