Heriyadi Nahkodai INKAI Pontianak Periode 2026–2030, Berikut Program Kerjanya

Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Kota Pontianak berhasil menyelenggarakan Musyawarah Kota (Muskot) untuk periode kepengurusan 2026–2030.

Penulis: Try Juliansyah | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
MUSKOT INKAI - Suasana penuh kebersamaan dan dinamika mewarnai pelaksanaan Muskot INKAI Pontianak saat peserta mengikuti sidang dan proses pemilihan kepengurusan baru. 

Ringkasan Berita:
  • Kegiatan ini membahas laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya sekaligus memilih Ketua Umum dan Koordinator Majelis Sabuk Hitam (MSH).
  • Muskot yang berlangsung di Hotel Garuda Pontianak, Minggu (12/4/2026), dihadiri oleh puluhan pengurus dan pelatih dari ranting-ranting aktif di Kota Pontianak.
  • Dalam forum tersebut, Heriyadi, SE., ME., Ph.D, akademisi dari Universitas Tanjungpura, terpilih sebagai Ketua Umum INKAI Kota Pontianak untuk periode empat tahun ke depan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Kota Pontianak berhasil menyelenggarakan Musyawarah Kota (Muskot) untuk periode kepengurusan 2026–2030.

Kegiatan ini membahas laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya sekaligus memilih Ketua Umum dan Koordinator Majelis Sabuk Hitam (MSH).

Muskot yang berlangsung di Hotel Garuda Pontianak, Minggu (12/4/2026), dihadiri oleh puluhan pengurus dan pelatih dari ranting-ranting aktif di Kota Pontianak.

Dalam forum tersebut, Heriyadi, SE., ME., Ph.D, akademisi dari Universitas Tanjungpura, terpilih sebagai Ketua Umum INKAI Kota Pontianak untuk periode empat tahun ke depan.

Proses pemilihan diawali dengan verifikasi ranting yang memiliki status aktif. Dari total 34 ranting, sebanyak 26 dinyatakan aktif, namun hanya 14 ranting yang memenuhi syarat untuk memberikan suara sesuai ketentuan tata tertib Muskot.

Dua kandidat yang maju dalam pemilihan adalah H. Usman, ST., dan Heriyadi. Keduanya telah memenuhi syarat dukungan minimal dari ranting. Dalam pemungutan suara, Heriyadi memperoleh 8 suara, mengungguli Usman yang mendapatkan 6 suara.

Dalam pidato perdananya, Heriyadi mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan serta menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun organisasi.

Baca juga: Wali Kota Pontianak Soroti Disiplin Pengendara Sebagai Kunci Terhindar dari Kecelakaan

Ia menyatakan komitmennya untuk memperkuat soliditas internal INKAI, terutama melalui pembenahan ranting-ranting agar lebih aktif dan terorganisir dalam jangka pendek.

Untuk jangka panjang, ia menargetkan peningkatan prestasi atlet, baik di tingkat daerah maupun nasional, bahkan hingga ke level internasional.

Heriyadi juga menyampaikan rencana pembentukan tim formatur yang akan menyusun struktur kepengurusan baru dalam waktu dua pekan ke depan.

Pada kesempatan yang sama, Krisman Samosir, SH., MH ditetapkan sebagai Koordinator Majelis Sabuk Hitam (MSH) Kota Pontianak. Ia dikenal aktif sebagai pelatih karate di lingkungan Universitas Tanjungpura melalui UKM olahraga bela diri.

Peserta Muskot berharap kepengurusan baru mampu membawa INKAI Pontianak semakin berkembang dan mencetak prestasi yang lebih baik.

Sementara itu, Sekretaris FORKI Kalimantan Barat, Kadarusman, SE, yang hadir mewakili Ketua Umum, memberikan apresiasi atas pelaksanaan Muskot dan hasil yang dicapai.

Ia menekankan bahwa kekuatan FORKI sangat bergantung pada kinerja perguruan-perguruan anggotanya.

Menurutnya, organisasi akan berkembang jika perguruan di bawahnya solid dan aktif, sebaliknya akan melemah jika fondasi tersebut tidak berjalan dengan baik. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved