Dusun Senuruk Laksanakan Tolak Bala, Ini Aturan Bagi Warga yang Melintas

Kita minta dijauhi dari segala macam penyakit, sampar, kelaparan, ladang yang tidak berhasil, semuanya di buang sialnya

TRIBUN PONTIANAK/MARPINA SINDIKA WULANDARI
Ritual adat Tolak Bala di dusun Senuruk Desa Sungai Ringin Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau Kalbar. 

SEKADAU - Warga Dusun Senuruk, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Sekadau Kalbar melaksanakan  adat tolak bala, Kamis (2/4/2020)

Ritual adat tolak bala yang dihadiri oleh Bupati Sekadau Rupinus sebagai warga dusun tersebut bertujuan untuk menjauhkan hal-hal yang berbau negatif dari wilayah dusun Senuruk dan Kabupaten Sekadau pada umumnya.

Satlantas Polresta Pontianak Sigap Patroli Jaga Lalu Lintas Tetap Aman

KLUB La Liga Spanyol Ramai-ramai Potong Gaji Pemain, Barcelona & Atletico Madrid Pangkas Sampai 70%

Turut Berduka Cita, Kapolresta Pontianak Apresiasi Keluarga Almarhum Haji Sulaiman

Terkhusus menjauhkan penyakit virus Corona yang saat ini sedang menggemparkan dunia.

"Kita minta dijauhi dari segala macam penyakit, sampar, kelaparan, ladang yang tidak berhasil, semuanya di buang sialnya," jelas Ketua Adat Dusun Senuruk, Ampangpelis.

Dia menuturkan ritual adat tolak bala itu diikuti oleh warga suku Dayak maupun Suku Melayu di Dusun Senuruk.

"Untuk adat menggunakan adat suku Dayak Ketungau. Belanjaannya disebut dalam bahasa kampung, belanja tujuh. Artinya semua persyaratan adat berjumlah tujuh, bisa tujuh buah, tujuh meter," jelasnya. 

Dalam ritual tolak bala itu juga diterapkan beberapa aturan.

Di antaranya mulai dari tanggal 2-5 April 2020 semua masyarakat Dusun Senuruk, tidak menerima tamu dari luar Dusun Senuruk kecuali yang bersifat urgen yaitu TNI-Polri, tenaga medis, dan Tim Gugus Tugas Covid-19.

Tiadakan Tahlil Terbuka, Kapolsek Pontianak Utara Sebut Keluarga Duka Patut Jadi Contoh Cegah Corona

Duta Favorit Pertanian Kalbar Ini Donasikan Hasil Budidaya Tanaman Tabulampot

Cegah Covid-19, Fraksi Nasdem DPRD Sanggau dan Penggurus DPD Semprot Cairan Disinfektan

Diharapkan kepada masyarakat di luar Dusun Senuruk untuk tidak berkunjung ke wilayah dusun Senuruk dari 2-5 April 2020.

Pada 2-5 April, warga Dusun Senuruk juga tidak diperkenankan untuk berada di luar rumah sejak pukul 18.00 -05.00 WIB

Pemilik warung dan usaha lainnya juga tidak diperkenankan membuka toko pada malam hari.

Masyarakat juga tidak diperkenankan melakukan kegiatan atau pekerjaan di malam hari

Serta bagi siapapun yang melanggar pantangan, baik masyarakat dusun Senuruk maupun dari luar akan dikenakan sanksi adat sesuai aturan Adat setempat dan ritual adat diulang kembali. 

Penulis: Marpina Sindika Wulandari
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved