Wabah Virus Corona
Terbaru, Daftar Negara Lockdown Karena Coronavirus Covid-19 di Dunia Bertambah, Sudah 23 Negara
Sebagai upaya menekan angka penyebaran, sejumlah negara memberlakukan kebijakan lockdown atau penguncian, baik secara nasional maupun parsial.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Hingga saat ini, virus corona jenis baru atau Covid-19 telah menyebar di hampir seluruh negara di dunia dan jumlah infeksinya belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Sejauh ini, tercatat 720.117 kasus infeksi dengan 33.925 kematian dan 149.082 pasien telah dinyatakan sembuh.
Di sejumlah negara Eropa dan Amerika Serikat bahkan jumlah infeksi dan kematian lebih tinggi dibandingkan China, negara yang pertama melaporkan adanya virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.
Sebagai upaya menekan angka penyebaran, sejumlah negara memberlakukan kebijakan lockdown atau penguncian, baik secara nasional maupun parsial.
• Daftar Selebriti Dunia Meninggal Dunia Karena Positif Virus Corona Covid-19, Ada Penyanyi & Aktor
• SATU Kecamatan di Indonesia Positif Virus Corona, 300 Orang Derita Covid-19
Berikut daftar 23 negara yang telah menerapkan penguncian:
- Afrika Selatan (berlaku sejak 26 Maret 2020)
- India (berlaku sejak 24 Maret 2020)
- Rwanda (berlaku sejak 28 Maret 2020)
- Kenya (berlaku sejak 27 Maret 2020)
- Zimbabwe (berlaku sejak 30 Maret 2020)
- Nigeria (berlaku sejak 30 Maret 2020)
- Inggris (berlaku sejak 23 Maret 2020)
- China (berlaku sejak 23 Januari 2020)
- Italia (berlaku sejak 10 Maret 2020)
- Spanyol (berlaku sejak 14 Maret 2020)
- Perancis (berlaku sejak 16 Maret 2020)
- Irlandia (berlaku sejak 28 Maret 2020)
- El-Salvador (berlaku sejak 22 Maret 2020)
- Belgia (berlaku sejak 18 Maret 2020)
- Polandia (berlaku sejak 13 Maret 2020)
- Argentina (berlaku sejak 20 Maret 2020)
- Arab Saudi (berlaku sejak 26 Maret 2020)
- Yordania (berlaku sejak 21 Maret 2020)
- Belanda (berlaku sejak 18 Maret 2020)
- Denmark (berlaku sejak 10 Maret 2020)
- Malaysia (berlaku sejak 18 Maret 2020)
- Lebanon (berlaku sejak 21 Maret 2020)
- Filipina (berlaku sejak 15 Maret 2020)
Kekacauan Lockdown di India
Kekacauan terjadi di India beberapa hari setelah pemerintah mengumumkan lockdown pada 24 Maret 2020.
Penutupan pabrik dan pembatasan transportasi umum membuat sebagian pekerja migran memilih jalan kaki pulang ke desanya.
Di New Delhi, beberapa bus yang masih beroperasi hanya memperbolehkan warga pemegang izin dari pemerintah untuk naik.
Sementara layanan kereta api telah membatalkan semua jadwal keberangkatan, kecuali kereta kota dan kereta barang sampai 31 Maret mendatang.
Upah pekerjaan yang dibayar secara harian membuat banyak orang yang tak memiliki cukup uang, terpaksa berjalan kaki ke kampung halamannya dengan bekal makanan seadanya.
Terbatasnya akses transportasi ini juga membuat seorang pria di Bharat Nagar harus mengayuh sepeda sejauh 12 kilometer demi mengantar istrinya yang terluka untuk berobat ke Kanganwal di daerah Punjab.
Tertibkan warga dengan kekerasan
Sementara itu, sejumlah negara di Afrika menerapkan langkah tegas untuk menertibkan warganya yang melanggar lockdown, bahkan sebagian menggunakan jalan kekerasan.
Dilansir dari SCMP, beberapa menit setelah keputusan lockdown tiga minggu di Afrika Selatan, polisi meneriaki para tunawisma di pusat Kota Johannesburg dan mengejar beberapa orang.