Wabah Virus Corona
Ramai Penggunaan Bilik Disinfektan Untuk Cegah Virus Corona, WHO Malah Ingatkan Bahayanya
Melansir dari situs resmi WHO, ternyata menyemprotkan cairan disinfektan ke seluruh tubuh justru dianggap tidak efektif membunuh virus corona.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Meluasnya penyebaran virus corona penyebab Covid-19 saat ini memang telah meresahkan masyarakat.
Berbagai cara dilakukan untuk tindakan pencegahan, satu diantaranya dengan penyemprotan disinfektan.
Bukan hanya penyemprotan ke lingkungan sekitar tetapi juga ke tubuh manusia, lewat bilik disinfektan.
Seperti kita ketahui, saat ini di berbagai titik fasilitas umum, bahkan di titik masuk perumahan dibangun bilik disinfeksi untuk pencegahan penyebaran virus SARS-CoV-2 sebagai penyebab wabah COVID-19.
Bahkan cara ini bukan hanya dilakukan swadaya masyarakat saja melainkan oleh diadopsi oleh sejumlah pemerintah.
Pemerintah mulai mengupayakan berbagai cara untuk melindungi warga.
• Wuhan Dibuka Sebagian Setelah Lockdown, Waspadai Gelombang Kedua Penyebaran Virus Corona
Mulai dari imbauan physical distancing hingga menggalakkan penyemprotan disinfektan di area publik.
Bahkan baru-baru ini Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini telah menerima dua contoh bilik sterilisasi yang dikembangkan oleh Institut Teknologi Telkom Surabaya.
Bilik yang oleh Risma diberi nama Bilik Disinfektan Trisakni ini disebut-sebut lebih ampuh untuk membunuh virus corona dibandingkan dengan cuci tangan.
• Bang Lonjong Pimpin Penyemprotan Disinfektan dan Sosialisasi Pencegahan Virus Corona di Siantan
Pasalnya dengan bilik ini, orang yang masuk akan disemprot dengan cairan disinfektan ke seluruh tubuhnya.
"Kalau pakai hand sanitizer hanya membersihkan tangan,"
"Namun, dengan bilik disinfektan ini maka seluruh tubuh dibersihkan sehingga badan benar-benar bersih dari berbagai virus dan kuman," kata Risma, seperti yang dikutip dari Kompas.com.
Dua buah bilik sterilisasi pun telah dipasang Pemkot Surabaya di Bandara Juanda pada Minggu (22/03/2020).
Bilik-bilik tersebut dipasang di terminal pintu kedatangan satu dan dua.
Nantinya, setiap pengunjung yang berada di terminal kedatangan domestik maupun internasional akan melewati proses skrining melalui bilik tersebut.