Wabah Virus Corona

Lockdown Dicabut Pemerintah China, Warga hingga Polisi Malah Bentrok di Perbatasan Hubei & Jiangxi

Berawal ketika polisi dari kedua belah kawasan itu berdebat tentang bagaimana memverifikasi apakah orang diizinkan masuk Jiangxi.

Weibo
Petugas polisi dan masyarakat terlibat bentrok di sebuah jembatan yang memisahkan provinsi Hubei dan Jiangxi pada hari Jumat (27/3/2020). Lockdown Dicabut Pemerintah China, Warga hingga Polisi Malah Bentrok di Perbatasan Hubei & Jiangxi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kota Wuhan kembali dibuka sebagian setelah lebih dari dua bulan di isolasi akibat pemberlakuan lockdown.

Virus corona penyebab Covid-19 pertama kali muncul di Wuhan pada awal Desember 2019.

Berbagai laporan menyebutkan bahwa orang diperbolehkan memasuki kota itu tetapi tidak diperbolehkan keluar.

Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, mengalami lebih dari 50.000 kasus coronavirus.

Sedikitnya 3.000 orang di Hubei meninggal akibat Covid-19.

Sejak itu, lebih dari 3.300 orang di sana meninggal akibat penyakit tersebut.

Namun mirisnya bentrokan oleh puluhan orang terjadi di perbatasan Hubei dan Jiangxi, setelah pemerintah Cina mencabut karantina yang dilakukan selama dua bulan di pusat penyebaran virus korona negara itu.

Karantina ini dimaksudnya untuk pencegahan penyebaran wabah Covid-19 ke seluruh wilayah Cina.

Wuhan Dibuka Sebagian Setelah Lockdown, Waspadai Gelombang Kedua Penyebaran Virus Corona

Berdasarkan laporan di Straitstimes yang dikutip, Sabtu (28/3/2020), bentrokan tersebut dimulai pada hari Jumat (27/3/2020) pagi di sebuah jembatan yang menghubungkan Hubei dan provinsi tetangga Jiangxi.

Berawal ketika polisi dari kedua belah kawasan itu berdebat tentang bagaimana memverifikasi apakah orang diizinkan masuk Jiangxi.

Halaman
1234
Editor: Dhita Mutiasari
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved