Social Distancing, Isolasi, dan Panggilan Bangsa dalam Semangat Cinta Kasih dan Belas Kasih
Robert E Park mendefinisikan social distancing sebagai ukuran untuk melihat derajat hubungan sosial antar pribadi dan antar kelompok...
Penulis: Stefanus Akim | Editor: Stefanus Akim
SD disarankan (atau di beberapa tempat lain dipaksakan) karena kepentingan bersama. Kepentingan bersama ini adalah sebuah kondisi obyektif di mana penyebaran Covid-19 bisa dihentikan penyebarannya. SD diharapkan bisa menghentikan lingkaran penyebaran virus Covid-19. Maka pemerintah yang sah menyarankan atau memaksakan secara legal di beberapa tempat SD guna mencapai kondisi di mana penyebaran Covid-19 hilang atau terhenti sehingga kebaikan untuk semua tercapai.
SD merupakan tindakan keutamaan di mana kita melaksanakan prinsip keadilan; yaitu selalu menyadari bahwa sikap dan tindakan kita selalu berakibat bagi orang lain dan kita harus mengarahkan sikap dan tindakan kita sehingga membawa kebaikan bersama.
Melakukan SD adalah mempraktekan prinsip atau keutamaan keadilan bagi sesama karena kita secara sadar menyadari implikasi sikap dan tindakan kita berakibat baik atau buruk bagi sesama. Di atas semuanya SD bertujuan untuk menciptakan kondisi yang baik untuk semua yaitu berhentinya lingkaran penyebaran wabah Covid-19.
Cinta Kasih
Cinta kasih itu didefinisikan dengan baik oleh Thomas Aquinas, menurut Aristoteles, sebagai suatu sikap atau kehendak untuk segala yang baik bahkan melakukan yang baik untuk orang lain.
Cinta kasih dihubungkan dengan persahabatan. Seorang sahabat, menurut Thomas Aquinas, pasti mengharapkan dan berusaha melakukan yang baik bahkan terbaik untuk sahabatnya. Seorang sahabat tidak akan memandang pihak lain sekedar memuaskan kebutuhan atau mengambil untung daripadanya atau berbuat yang jahat dan tidak baik kepada sahabatnya.
Tentu persoalannya adalah bagaimana memandang sesama saya, yang merupakan masyarakat luas dan tidak ada hubungan yang dekat dengan saya, sebagai sahabat? Persoalannya sebenarnya bukan di sikap memandang orang lain sebagai sahabat. Sejak lama dunia modern menganggap orang lain sebagai orang asing (stranger) dan bahkan musuh (enemy).
Individualisme yang terbangun selama ini membuat kita melihat yang tidak sama dengan kita atau kelompok kita entah sebagai orang asing atau musuh. Yang terjadi adalah kita tidak menganggap kepentingan atau kesejahteraan umum sebagai tujuan dan bahkan tindakan kita bisa melanggar dan menghancurkan kepentingan atau kesejahteraan umum.
Individualisme membuat kita menjadi monad (baca: enitas tertutup dan mandiri untuk dirinya sendiri tanpa hubungan dengan orang lain). Maka bukan kebiasaan lagi apabila di dalam setiap sikap dan tindakan kita ada pihak lain yang hadir di dalam diri kita. Prinsip keadilan di dalam kehidupan bersama menjadi hilang.
Lebih dalam lagi Thomas Aquinas mengatakan apabila kita mengasihi seorang sahabat kita tentu akan mengasihi semua yang menjadi "milik" sahabat kita: keluarganya, relasinya, lingkungan sekitarnya; bahkan kepemilikannya.
Di sini cinta kasih bukan hanya personal di dalam arti antara antar sahabat; melainkan semua yang menjadi bagian kehidupan seorang sahabat. Cinta kasih menjadi web (jaringan) yang mempersatukan semua.
SD di sini merupakan tindakan cinta kasih di mana kita mau saling menjaga dan berbuat yang terbaik untuk sahabat dan semua yang menjadi bagian kehidupan sahabat kita; termasuk masyarakat. Bahkan mengisolasi dan membiarkan diri diisolasi adalah demi kepentingan atau kesejahteraan bersama dan demi cinta kasih kepada sahabat dan semua yang merupakan milik atau yang menjadi jaringan relasi sahabat (baca: masyarakat).
SD dan isolasi adalah praktek cinta kasih dan komunikasi paling intens sebagai perwujudan kasih antar sahabat dan jaringan relasi sahabat. Kita mau dengan mengisolasi si sakit supaya dibiarkan sembuh dari sakit dengan perawatan yang intensif dan sebaliknya dari pihak si sakit yang diisolasi ia melakukan tindakan cinta kasih yang besar untuk tetap menjaga kehidupan para sahabat dan relasi sosial sahabat-sahabatnya (supaya tidak tertular dan menderita seperti dia).
Belas Kasih
Apa yang terjadi sekarang dengan wabah Covid-19 merupakan sebuah kenyataan atau situasi yang bukan hanya tidak mengenakkan melainkan bisa mematikan. Penulis tidak perlu bicara betapa mematikan dan berbahayanya virus dan wabah Covid-19 karena sudah diterangkan oleh banyak ahli kompeten.
Keadaan ini harus membuat kita mempunyai hati yang berbelas kasih. Belas kasih adalah hati yang berbela rasa (empati) terhadap keadaan yang membuat sesama tidak bahagia, tidak sehat dan bahkan mengalami malapetaka.
Bahkan situasi mereka yang terkena wabah Covid-19 dan dampaknya tidak dikehendaki siapa pun juga. Bahkan di sini kita menderita juga bersama dengan mereka yang kita kenal dan sesama anak-anak bangsa. Situasi ini hendaknya menumbuhkan sikap kita untuk berbelas kasih.