Virus Corona Masuk Kalbar

Masa Social Distancing, Ini Deretan Kegiatan Angeline Fremalco Habiskan Waktu Bersama Keluarga

Sehingga kebijakan kepala daerah juga turut dikeluarkan untuk meminimalisir bahkan memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Anggota DPRD Provinsi Kalbar masa jabatan 2019-2024, Angeline Fremalco 

Tak hanya itu dirinya juga merasakan hal yang sama . Bahkan anak-anaknya juga ada yang merengek untuk sesekali meminta makan diluar.

“Saran saya kita sebagai ibu harus lebih kreatif lagi untuk menciptakan menu baru untuk anak dan saya jadi lebih banyak belajar untuk masak menu baru yang saya cari di google,” ujarnya.

Rutinitas saat anaknya libur biasanya setiap Pagi ia mengajak anak-anaknya berjemur diluar karena ada himbauan untuk berjemur di panas matahari untuk mencegah covid-19 sambil bermain .

“Jadi mereka ada aktivas walaupun hanya di halaman rumah,” ucapnya.

Ia juga sering memasak untuk ketiga anaknya dan memang memasak sudah menjadi hobby sejak dahulu dan dirinya tetap berusaha untuk menyempatkan diri saat weekend untuk masak dirumah .

“Saya punya tiga anak dengan tiga selera itu susahnya . Anak saya yang pertama suka tempura, anak kedua sukanya daging, dan ketiga sukanya salmon . Jadi dua anak suka makan salmon . Jadi anak-anak punya selera yang unik dan berbeda,” ujarnya.

Walaupun dianjurkan untuk tetap dirumah (stay at home ) ia masih keluar rumah untuk membeli bahan makanan dan setelah itu langsung pulang. Namun ada juga yang dipesan via online .

“Saya gak full stay di rumah soalnya masih ada aktivitas sosial seperi kemarin ada bagi- bagi masker dan vitamin di jalan . Jadi yang full dirumah keluarga dan anak-anak. Kalau saya fullnya paling beberapa hari karena sudah mendesak. Kalau tidak mendesak saya tetap dirumah,” jelasnya.

Ia mengatakan tak menutup kemungkinan anak-anaknya punya rasa bosan karena hanya berdiam dirumah namun sebagai seorang ibu tentu ia punya cara bagaiamana menjelaskan kepada anak-anaknya tentang kondisi saat ini.

“Memang susah sih anak saya tiga orang ada yang umur 12,10,dan 6 tahun. Jadi yang paling susah ngejelasin adalah anak umur enam tahun. Kalau abang-abangnya udah mulai ngerti, tapi tetap aja kita kasi pengertian dan kita jujur saja tidak boleh dibohongi . Kita harus menyampaikan dengan bahasa yang mereka pahami,” pungkansya.

Ia mengatakan lebih kepada menjelaskan kepada anak-anaknya bukan malah menakuti mereka dengan kondisi adanya covid-19 dengsn bahasa sederhana dan simple agar mereka tau situasi saat ini .

“Kita jangan menakuti anak dengan hal -hal yang aneh . Jadi kita jujur aja ,dan sampaikan dengan bahasa yang sederhana,” pungkasnya.

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved