Virus Corona Masuk Kalbar
Masa Social Distancing, Ini Deretan Kegiatan Angeline Fremalco Habiskan Waktu Bersama Keluarga
Sehingga kebijakan kepala daerah juga turut dikeluarkan untuk meminimalisir bahkan memutus mata rantai penyebaran covid-19.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Madrosid
PONTIANAK - Pandemi Virus Corona (Covid-19) memberikan dampak yang cukup besar bagi banyak negara termasuk Indonesia yang terus melakukan pencegahan dan cara memutuskan penyebaran covid-19 di Indonesia .
Kalimantan Barat menjadi satu diantara daerah lain yang terkena sebaran covid-19.
Sehingga kebijakan kepala daerah juga turut dikeluarkan untuk meminimalisir bahkan memutus mata rantai penyebaran covid-19.
Beberapa imbauan telah dikeluarkan oleh Gubernur Kalbar mulai dari meliburkan siswa disatuan pendidikan, melarang berkumpul ditempat keraimaian atau sifatnya bisa mengundang keraimaian, terapkan social Distancing, tetap dirumah saja dan lakukan pekerjaan dari rumah serta tidak panic buying.
Satu diantaranya, Anggot Dewan DPRD Provinsi Kalbar, Angeline Fremalco berbagi kisahnya selama beberapa waktu terakhir adanya imbauan Gubernur Kalbar .
Selain terjun di dunia politik , dirinya juga mempunyai peran sebagai ibu dari tiga anak dan saat ini ketiga anaknya sedang dirumahkan atau libur karena adanya virus covid-19.
• Tutup Tempat Wisata, Ini Langkah Tim Gugus Tugas dan Data OPD di Kapuas Hulu
“Memang aktivitas saya akhir ini rata-rata lebih kepada kumpul sama anak karena anak-anak juga belajar dirumah dan materi dari sekolah diselesaikan dirumah ,” ujarnya, Rabu (25/3/2020).
Jadi mumpung dirumah dirinya banyak menghabiskan waktu untuk beberes rumah dimana kemaren keadaan rumah sempat berantakan sekarang sudah lebih rapi .
“Jadi mumpung ada kesempatan untuk memperhatikan rumah. Apa lagi sekarang dihimbau untuk kita melakukan penyemprotan disinfektan dirumah dan bersih-bersih. Jadi saya manfaatkan momen dirumah untuk bersih - bersih termasuk juga semprot cairan disenfektan dirumah dan sekitarnya,” jelasnya.
Saat seperti ini dirinya juga memahami betul apalagi ibu- ibu dengan situasi seperti ini tentu banyak melakukan panic buying dan itu memang banyak terjadi.
“Kondisi saat ini membuat ibu-ibu panik melihat barang dirumah banyak yang habis di Supermarket dan pasar juga demikian. Namun tidak sepatutnya harus panic buying,” ujarnya
Dirinya mengimbau agar ibu-ibu dirumah agar jangan panic buying tetap belanja seperti biasa karena panic buying bisa menperparah situasi .
“Saya juga mendorong pihak pemerintah untuk melakukan razia terhadap tokoh kebutuhan pangan jangan sampai ada kelangkaan ,” ujarnya.
Tantangan menjadi seorang ibu ditengah wabah covid-19 seperti ini tentu punya rasa khawatir yang lebih terhadap anak maupun keluarga. Namun sebagai orang tua tentu harus melakukan yang terbaik agar anak dirumah tidak merasa panik dan bosan.
“Saya punya tiga anak cowok yang sangat aktif dan setengah dari aktivtas mereka biasanya dihabiskan di sekolah otomatis sekarang mereka full dirumah tentu ada kebosanan yang muncul ,” ujarnya.
Tak hanya itu dirinya juga merasakan hal yang sama . Bahkan anak-anaknya juga ada yang merengek untuk sesekali meminta makan diluar.
“Saran saya kita sebagai ibu harus lebih kreatif lagi untuk menciptakan menu baru untuk anak dan saya jadi lebih banyak belajar untuk masak menu baru yang saya cari di google,” ujarnya.
Rutinitas saat anaknya libur biasanya setiap Pagi ia mengajak anak-anaknya berjemur diluar karena ada himbauan untuk berjemur di panas matahari untuk mencegah covid-19 sambil bermain .
“Jadi mereka ada aktivas walaupun hanya di halaman rumah,” ucapnya.
Ia juga sering memasak untuk ketiga anaknya dan memang memasak sudah menjadi hobby sejak dahulu dan dirinya tetap berusaha untuk menyempatkan diri saat weekend untuk masak dirumah .
“Saya punya tiga anak dengan tiga selera itu susahnya . Anak saya yang pertama suka tempura, anak kedua sukanya daging, dan ketiga sukanya salmon . Jadi dua anak suka makan salmon . Jadi anak-anak punya selera yang unik dan berbeda,” ujarnya.
Walaupun dianjurkan untuk tetap dirumah (stay at home ) ia masih keluar rumah untuk membeli bahan makanan dan setelah itu langsung pulang. Namun ada juga yang dipesan via online .
“Saya gak full stay di rumah soalnya masih ada aktivitas sosial seperi kemarin ada bagi- bagi masker dan vitamin di jalan . Jadi yang full dirumah keluarga dan anak-anak. Kalau saya fullnya paling beberapa hari karena sudah mendesak. Kalau tidak mendesak saya tetap dirumah,” jelasnya.
Ia mengatakan tak menutup kemungkinan anak-anaknya punya rasa bosan karena hanya berdiam dirumah namun sebagai seorang ibu tentu ia punya cara bagaiamana menjelaskan kepada anak-anaknya tentang kondisi saat ini.
“Memang susah sih anak saya tiga orang ada yang umur 12,10,dan 6 tahun. Jadi yang paling susah ngejelasin adalah anak umur enam tahun. Kalau abang-abangnya udah mulai ngerti, tapi tetap aja kita kasi pengertian dan kita jujur saja tidak boleh dibohongi . Kita harus menyampaikan dengan bahasa yang mereka pahami,” pungkansya.
Ia mengatakan lebih kepada menjelaskan kepada anak-anaknya bukan malah menakuti mereka dengan kondisi adanya covid-19 dengsn bahasa sederhana dan simple agar mereka tau situasi saat ini .
“Kita jangan menakuti anak dengan hal -hal yang aneh . Jadi kita jujur aja ,dan sampaikan dengan bahasa yang sederhana,” pungkasnya.
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak