Corona Masuk Indonesia

KISAH Pemakaman Bisu Akibat Corona di Sebuah Desa Indah Italia, Lebih Buruk dari Perang Dunia II

Desa Vertova adalah desa di Italia yang tawarkan keindahan berupa rumah-rumah batu kuno memeluk sisi gunung Vertova.

Editor: Dhita Mutiasari
AFP
Sebuah pemakaman di desa Vertova dekat Bergamo, Lombardy, 24 Maret 2020 lalu. KISAH Pemakaman Bisu Akibat Corona di Sebuah Desa Indah Italia, Lebih Buruk dari Perang Dunia II 

Penduduk harus tinggal di dalam rumah.

Apalagi, wabah virus corona baru sudah membunuh 36 orang di Vertova kurang dari sebulan.

Padahal, kota berpenduduk 4.600 jiwa ini biasanya hanya memiliki sekitar 60 kematian sepanjang tahun.

"Ini lebih buruk daripada perang," kata Wali Kota Vertova Orlando Gualdi kepada AFP seperti dikutip  Channelnewsasia.com.

Yang dia maksud perang adalah Perang Dunia II.

Rabu (25/3/2020), empat peti mati berjejer rapi di dekat pintu masuk sebuah kapel, menunggu untuk dikremasi dan kemudian dimakamkan di pemakaman di belakang kota.

Pemerintah melarang pemakaman tanpa kremasi selama berminggu-minggu.

Dan, upacara pemakaman menjadi bisu yang hanya dihadiri petugas berbalut pakaian pelindung dan masker.

Kuburan juga tertutup bagi penduduk kota karena pemerintah melarang pertemuan umum.

Pangeran Charles Positif Terjangkit Virus Corona, Begini Kabar Kondisi Ratu Elizabeth II

Peti mati telah dibuat, tetapi keluarga tidak akan dapat menghadiri pemakaman orang yang dicintai, karena pembatasan yang berlaku.
Peti mati telah dibuat, tetapi keluarga tidak akan dapat menghadiri pemakaman orang yang dicintai, karena pembatasan yang berlaku. (AFP/ MIGUEL MEDINA)

Jadi, berduka untuk orang yang Anda cintai dengan bunga di kuburan mereka tidak lagi diizinkan.

"Tidak ada yang pantas mendapatkan kematian yang mengerikan seperti ini," sebut Wali Kota.

"Tidak masuk akal untuk berpikir bahwa mungkin ada pandemi pada tahun 2020".

Vertova terletak di Provinsi Lombardy, episentrum wabah virus corona di Italia.

Tingkat kematian dan infeksi di provinsi ini yang tertinggi di dunia, dan lebih buruk dari Provinsi Hubei, pusat epidemi di China.

Dan, siapa pun yang melangkah keluar rumah menggunakan masker, sekalipun masker bekas pakai.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved