Corona Masuk Indonesia

BUKAN Lockdown, Berikut Cara Kreatif Korsel Atasi Wabah Virus Corona, Bisa Dicontoh Indonesia

Namun, negara di Asia Timur itu tak mengambil kebijakan lockdown untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19

BUKAN Lockdown, Berikut Cara Kreatif Korsel Atasi Wabah Virus Corona, Bisa Dicontoh Indonesia
National Geographic Indonesia via PCMA
Ilustrasi virus corona Covid-19. 

BUKAN Lockdown, Berikut Cara Kreatif Korsel Atasi Wabah Virus Corona, Bisa Dicontoh Indonesia

Korea Selatan (Korsel) menjadi satu di antara negara di Asia yang diterpa wabah virus corona. 

Namun, negara di Asia Timur itu tak mengambil kebijakan lockdown untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. 

Meskipun bukan lockdown, cara kreatif Korsel justru bisa menjadi model bagi negara lain yang menghadapi beban kasus Covid-19 yang besar.

“Korea Selatan adalah republik demokrasi, kami rasa lockdown bukanlah pilihan yang masuk akal,” ujar Kim Woo-Joo, pakar penyakit infeksi di Korea University, seperti dikutip sciencemag.com, Selasa (17/3/2020).

KABAR Terupdate Hubei China, Pusat Wabah Virus Corona Ini Sudah Terbebas & Cabut Aturan Lockdown

Sejak akhir Januari, ketika Covid-19 baru ada empat kasus, Korea Selatan telah melakukan persiapan mengantisipasi datangnya wabah Covid-19 yang kian membesar. Saat itu otoritas kesehatan Korea Selatan memanggil puluhan perwakilan industri farmasinya dan meminta mereka mengembangkan alat tes Covid-19.

Akhirnya seminggu setelah diminta membuat alat tes Covid-19, tepatnya pada 4 Februari 2020, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Korea Selatan menyetujui alat diagnosis dari Kogene Biotech Co Ltd. Setelah itu, alat tes buatan perusahaan lain menyusul disetujui.

Dengan produksi alat tes yang tersebut, Korea Selatan pun bisa melakukan penapisan yang masif. Layanan pemeriksaan pun mudah diakses oleh masyarakat, dan jejaring laboratorium yang luas pun sudah siap mendukung.

Tujuh pekan sejak rapat pertama, Korea Selatan telah melakukan tes terhadap 290.000 orang dan berhasil mengidentifikasi lebih dari 8.000 orang. Kasus baru harian pun turun dari 909 kasus pada dua minggu lalu menjadi 93 kasus seperti dilaporkan pada Rabu (18/3/2020).

Bahkan, mereka menggunakan cara-cara kreatif dalam melakukan pemeriksaan, yaitu melalui layanan drive-through. Cara ini dinilai lebih aman dibandingkan jika warga harus antre di fasilitas kesehatan dan berpotensi menularkan pada orang lain.

Halaman
123
Editor: Haryanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved