Corona Masuk Indonesia

AHLI Beberkan Fakta Penularan Hantavirus yang Tewaskan Pria di China, Bukan Antar Manusia

Namun, ada keterangan juga yang mengatakan bahwa penularan bisa melalui udara ketika seseorang menghirup udara yang terkontaminasi oleh cairan tubuh

Editor: Dhita Mutiasari
somagnews.com
Ilustrasi - AHLI Beberkan Fakta Penularan Hantavirus yang Tewaskan Pria di China, Bukan Antar Manusia 

AHLI Beberkan Fakta Penularan Hantavirus yang Tewaskan Pria di China, Bukan Antar Manusia

Belum selesai soal wabah Virus Corona, adanya kemunculan Hantavirus belakangan membuat heboh.

Mengutip Global Times, seorang laki-laki asal provinsi Yunnan dilaporkan meninggal dunia setelah didiagnosis positif hantavirus pada Selasa (24/3).

Setelah itu, 32 orang yang berada satu bus dengannya dicek kesehatannya.

Pada Senin (23/3/2020), dilansir dari Weibo, situs resmi otoritas distrik Ningshan, Provinsi Shaanxi, mengabarkan adanya seorang pekerja yang tewas di dalam bus.

Pria itu dikabarkan tewas bukan karena virus corona atau Covid-19, melainkan oleh virus lain bernama hantavirus.

Apa Itu Hantavirus ? Virus Mematikan yang Muncul di Tengah Pandemi Covid-19

Para pakar mencoba menenangkan ketakutan masyarakat tentang berita kematian seorang pria di China akibat hantavirus yang terjadi di tengah-tengah wabah virus corona.

Korban yang tidak diketahui namanya itu berasal dari Provinsi Yunan dan meninggal dalam perjalanan menuju Provinsi Shandong.

Padahal hantavirus bukanlah virus baru.

Hanya saja, merupakan sesuatu yang jarang terjadi pada manusia karena virus itu dibawa oleh tikus yang terinfeksi.

Wabah Corona Belum Usai, Hantavirus Jadi Kekhawatiran Baru Setelah Tewaskan Seorang Pria di China

Kasus hantavirus sangat jarang, berdasarkan Pusat Pengendalian Penyakit dan Pencegahan (CDC) AS, penyebarannya akan terjadi jika manusia tidak sengaja mengonsumsi cairan tubuh tikus yang terinfeksi baik itu urinnya, tinja mau pun air liur.

Namun, ada keterangan juga yang mengatakan bahwa penularan bisa melalui udara ketika seseorang menghirup udara yang terkontaminasi oleh cairan tubuh tikus atau hewan pengerat lain yang terinfeksi.

Akan tetapi, hantavirus yang menyerang manusia di AS sejauh ini tidak menular kepada manusia lainnya.

Dalam beberapa kasus di Argentina dan Chili, ada penularan antar manusia ketika seseorang melakukan kontak sosial dengan pasien terinfeksi virus sejenis hantavirus, yaitu Andes virus.

Di AS, virus Andes itu mampu menyebabkan penyakit pernapasan fatal yang kemudian disebut sebagai hantavirus pulmonary syndrome (sindrom paru-paru).

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved