Edi Kamtono Ancam Segel dan Tutup Warkop Yang Tetap Layani Makan dan Minum di Tempat

"Kita akan terus patroli terus bersama dengan pihak kepolisian dan TNI agar benar-benar tidak ada kerumunan di warkop," ujarnya.

Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Madrosid
TRIBUN PONTIANAK/ SEPTI DWISABRINA
Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono saat diwawancara wartawan 

PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono akan memberlakukan sanksi tegas terhadap Warung-warung Kopi yang tetap melayani makan dan minum di tempat.

"Warung Kopi tetap boleh buka, tapi tak boleh minum di tempat," ujarnya.

Dirinya sangat memberikan apresiasi terhadap beberapa warung kopi di Kota Pontianak yang memilih untuk menutup total usahanya, karena khawatir tempatnya dijadikan tempat berkumpul orang-orang.

"Kita akan terus patroli terus bersama dengan pihak kepolisian dan TNI agar benar-benar tidak ada kerumunan di warkop," ujarnya.

Berdasarkan hasil patroli sejumlah instansi Pemkot Pontianak yakni dishub dan Satpol PP, masih terdapat warkop yang secara tersembunyi menyediakan meja dan kursi untuk melayani makan dan minum di tempat.

Pemkot Pontianak Terima Bantuan dari BUMN Hingga Pengusaha Untuk Tangani Covid - 19

Edi memastikan jika terdapat warkop-warkop yang tak mengindahkan intruksi dari Pemerintah agar tak layani makan dan minum di tempat, pihaknya menyegel dan menutup total operasional warkop tersebut.

"Kita akan beri sanksi tegas. Karena apa, bahwa saat sekarang ini, kita tidak bisa main-main lagi," ujarnya.

"Kita harus tegas, serius, dan harus bersama memahami situasi yang sedang terjadi saat ini," imbuhnya.

Kendati demikian, hingga saat ini pihaknya terus memberikan pembinaan terhadap para pelaku usaha warung kopi di Pontianak.

"Sebelum sanksi tegas, kita akan lakukan langkah-langkah persuasif terlebih dahulu," ujarnya.

Selain itu, kebijakan lain yang akan dilakukan Pemkot Pontianak saat terjadinya wabah covid-19 ini, ialah pertimbangan akan digratifkannya pajak rumah makan, hotel dan warung kopi.

Menurut Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menuturkan hingga saat ini stok pangan masih tersedia, pihaknya terus memantau ketersedian stok dan harga bahan pokok di pasaran. Rabu (25/3/2020)

"Mudahan-mudahan distribusinya lancar dan tidak terjadi inflasi," ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini pemerintah kota sedang melakukan kajian terhadap pembebasan pajak bagi warung-warung kopi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved