Corona Masuk Indonesia

Sejarah Catat 4 Wabah Besar Mematikan dalam Siklus 100 Tahun, Tak Hanya Virus Corona

Entah sebuah kebetulan atau tidak, dalam catatan sejarah setiap 100 tahun ada wabah atau pandemi luar biasa besar yang melanda dunia.

Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
news-intel.com
Sejarah Catat 4 Wabah Besar Mematikan dalam Siklus 100 Tahun, Tak Hanya Virus Corona 

Para peneliti memperkirakan jumlah kematian sebanyak 100.000 orang.

Wabah Besar Marseille merupakan salah satu wabah bubonik terakhir yang signifikan di Eropa.

Wabah ini datang ke Marseille, Prancis pada tahun 1720, dan membunuh 100.000 orang di dalam kota dan sekitarnya.

Bagaimanapun, Marseille dapat pulih dengan cepat dari wabah tersebut.

Aktivitas perekonomian hanya membutuhkan beberapa tahun untuk kembali seperti semula, terutama ketika perdagangan telah berkembang menuju Hindia Barat dan Amerika Latin.

Pada tahun 1765, jumlah populasi telah kembali seperti pada tahun 1720.

OBAT Virus Corona asal Jepang Diklaim China Efektif Sembuhkan Covid-19, Sudah Terbukti Uji Klinis

2.  Wabah Kolera (1820)

Wabah Kolera (tahun 1820)
Wabah Kolera (tahun 1820) (Devastating Disasters)

Kolera menjadi penyakit yang sangat penting secara global pada tahun 1817.

Pandemi atau wabah ini dikenal juga dengan pandemi kolera Asiatik atau kolera Asiatik pertama.

Awal mula kemunculannya dimulai dekat kota Calcutta lalu kemudian menyebar ke seluruh Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika Timur, hingga pantai Mediterania.

Ratusan ribu orang tewas akibat pandemi ini termasuk banyak tentara Inggris yang kemudian menarik perhatian Eropa.

Pada tahun itu wabah yang sangat mematikan terjadi di Jessore, India, di tengah-tengah antara Calcutta (Kolkata) dan Dhaka (sekarang di Bangladesh), dan kemudian menyebar ke sebagian besar India, Burma (Myanmar), dan Ceylon (Sri Lanka).

Pada 1820 epidemi telah dilaporkan di Siam (Thailand), di Indonesia (di mana lebih dari 100.000 orang meninggal di pulau Jawa saja), dan sejauh Filipina.

Di Basra, Irak, sebanyak 18.000 orang meninggal selama periode tiga minggu pada tahun 1821.

Pandemi menyebar ke seluruh Turki dan mencapai ambang Eropa.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved