Breaking News

Virus Corona Masuk Kalbar

Kembali Bertambah, Perempuan 59 Tahun Diisolasi di RSUD Soedarso Pulang dari Malaysia

Bertambahnya pasien itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, dr Harisson M.Kes.

Tayang:
Penulis: Syahroni | Editor: Madrosid
Tribunpontianak.co.id/Dok. RSUD dr Abdul Aziz Singkawang
Ilustrasi - Pasien suspek virus corona melakukan aktivitas di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Aziz, Jalan dr Sutomo, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (17/3/2020). 

PONTIANAK - Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona di RSUD Soedarso kembali bertambah.

Bertambahnya pasien itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, dr Harisson M.Kes.

Harisson menyebutkan identitas pasien yang dirawat di rawat pada ruang isolasi adalah perempuan berumur 59 tahun.

"Pasien Dalam Pengawasan (PDP) baru yang dirawat di ruang isolasi RS Soedarso, perempuan, 59 tahun asal Pontianak," ucap Harisson, Kamis (19/3/2020).

Belajar dari 8 Negara Lain, Persiapan yang Harus Dilakukan Jika Indonesia Harus Lockdown

Pasien tersebut mempunyai riwayat perjalanan dari Malaysia. Tercatat pada tanggal 10 Maret 2020 berangkat ke Kuching, Serawak untuk berobat Asma.

Pada tanggal 15 Maret 2020 pulang ke Pontianak,kembali melalui pintu perbatasan Entikong.

"Mulai dirawat di RSUD Soedarso 18 maret 2020. Keluhannya batuk, pilek dan demam, sedanhkan hasil pemeriksaan rontgen pasien itu mengalami Asma dan Pneumonia," ucap Harisson.

Terdapat empat rumah sakit yang menjadi rujukan corona di Kalbar yakni RSUD dr Soedarso Pontianak, RSUD dr Abdul Azis Singkawang, RSUD Agoesdjam Ketapang, dan RSUD Ade M Djoen Sintang hingga kini kekurangan APD.

Hingga Rabu (18/3), jumlah APD di RSUD dr Abdul Aziz Kota Singkawang hanya tersisa 10 unit. Padahal ada dua pasien yang dirawat dengan status satu pasien positif corona dan satu pasien lainnya dengan status pasien dalam pengawasan (PDP).

APD ini digunakan tenaga medis untuk menangani dan memberikan pelayanan kesehatan para pasien suspek dan positif virus corona yang menjalani karantina di ruang isolasi.

"Sisa 10 alat pelindung diri, untuk kelanjutannya kurang," kata Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Aziz Kota Singkawang, dr Ruchanihadi SpPD, Rabu (18/3/2020).

Mengantisipasi kekurangan APD, pemesanan pun telah dilakukan melalui Dinas Kesehatan, Kementerian Kesehatan dan perusahaan secara langsung.

Total ada 200 APD yang dipesan sejak Senin lalu. Namun, ia belum bisa memastikan kapan APD tersebut sampai ke RSUD dr Abdul Aziz Singkawang.

APD ini terdiri dari baju, kacamata, masker, penutup wajah, sarung tangan, hingga sepatu boots.

Setelah digunakan baju akan dibuang dan dibakar.

 Dokter Handoko Luar Biasa, Usia 80 Tahun Tangani Dua Orang Pasien Positif Virus Corona, Ini Kisahnya

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved