Virus Corona Masuk Kalbar

IKIP-PGRI Pontianak Lakukan Upaya Pencegahan Virus Corona di Area Kampus

kita akan masuk kembali pada tanggal 1 April, namun kita juga akan melihat situasi dan informasi dari pemerintah

TRIBUN PONTIANAK/ MUZAMMILUL ABRORI
Foto bersama Tim Petugas Kampus IKIP-PGRI Pontianak setelah selesai menyemprotkan disinfektan di seluruh ruangan kampus, Kamis (19/3/2020) 

PONTIANAK - Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP-PGRI) Pontianak yang terletak di Jl Ampera, Pontianak Barat, Kalimantan Barat, lakukan pencegahan mewabahnya virus Corona di area kampus.

Upaya tersebut dilakukan berkaitan dengan situasi yang dikeluarkan pemerintah terkait status kejadian luar biasa (KLB).

Rektor IKIP-PGRI Pontianak, Rustam, M.Pd., Kons., mengungkapkan salah satu upaya yang dilakukan pihak kampus terhadap wabah virus Corona (Covid-19) adalah dengan mengubah sistem pembelajaran tatap muka dengan cara online/daring.

"Pencegahan yang dilakukan oleh IKIP terkait dengan Covid-19 kemaren kita sudah imbau kepada mahasiswa untuk belajar dengan sistem daring," ujar Rustam, Kamis (19/03/2020).

Selain mahasiswa yang belajar dirumah dengan sistem online, dirinya juga menginformasikan untuk meliburkan pegawai dan dosen dari aktivitas di kampus hingga tertanggal 1 April 2020, meskipun hal tersebut dapat berubah tergantung situasi yang dikeluarkan pemerintah

"Selanjutnya mulai besok, dosen-dosen dan pegawai-pegawai kita liburkan, karena status yang dikeluarkan pemerintah kondisi luar biasa ini kan, jadi kita liburkan semua. kita akan masuk kembali pada tanggal 1 April, namun kita juga akan melihat situasi dan informasi dari pemerintah," ujar Rustam.

Sat Brimob Polda Kalbar Bantu Sosialisasikan Pencegahan Virus Corona pada Masyarakat

Selain itu, ia menerangkan selain materi pelajaran, dosen juga diimbau untuk menyampaikan informasi terkait konten dan upaya pencegahan Corona.

"Hal lainnya yang kita lakukan adalah membeli sarung tangan, kemudian masker juga, edukasi juga berbagai berita ataupun konten konten tentang upaya-upaya pencegahan itu selalu kita share di group, seperti group dosen, pegawai, bahkan group mahasiswa, dengan catatan infonya harus valid," ujarnya.

Selain itu, ia juga menerangkan telah memproduksi antiseptik yang dibuat oleh Prodi Penjaskes dan Prodi Biologi, untuk digunakan sebagai fasilitas tamu serta pegawai.

"Kemudian kita membuat antiseptik, itu di produksi sendiri sama kawan-kawan dari penjaskes perlengkapan bersama biologi, kemudian setiap ruangan kita beri fasilitas antiseptik untuk cuci tangan, untuk setiap tamu yang hadir maupun semua rekan-rekan yang hendak masuk keruangan, termasuk di ruangan di prodi maupun direktorat, resepsionis dan ruang pegawai," ujarnya.

Di akhir wawancara, ia mengajak kepada masyarakat khususnya muslim untuk selalu berikhtiar kepada Allah dan tetap istiqomah, tidak panik namun tetap waspada.

"Lalu yang terakhir dari saya, sebagai umat manusia yang beragama, mari kita sama-sama berikhtiar minta kepada Allah, karena segala sesuatu itu Allah ingin memberikan ujian untuk umatnya, pasti akan ada obat yang diberikan oleh Allah untuk mengatasi ujian ini, dan hal ini yang pasti akan meningkatkan iman dan ketakwaan kita lah sebagai mahluk nya semangkin istiqomah. kita tidak perlu juga terlalu panik menyikapi perihan ini, tapi tetap harus waspada, berhati-hati, dan buat bapak ibu dosen yang berada dirumah saya harap juga di persiapkan keamanannye. kemudian kalau tidak ada sesuatu yang urgent, ya jangan keluar rumah dulu lah," tukasnya. 

Penulis: Rizki Kurnia
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved