Human Interest Story
Di Tengah Kekhawatiran Virus Corona, Pelajar di Perbatasan Semangat Belajar Berbasis Android
Di Kabupaten Sintang sendiri, pemerintah belum memutuskan meliburkan sekolah karena belum siap menerapkan belajar dari rumah
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Zulkifli
SINTANG - Pelajar SDN 18 Lubuk Kedang, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, Kalbar, tetap semangat untuk belajar di tengah kekhawatiran masyarakat akan wabah pandemi corona.
Disaat sejumlah kabupaten di Kalbar meliburkan aktivitas belajar mengajar untuk pencegahan penularan covid-19 selama 14 hari, anak-anak SDN 18 Lubuk Kedang, justru semakin bersemangat belajar berbasis android menggunakan tablet yang sudah disediakan oleh pemerintah.
"Meski diluaran sana semua sekolah diliburkan selama 14 hari namun kami tetap semangat untuk belajar, mencari informasi lebih luas lagi menggunakan IT yang sudah pemerintah sediakan untuk sekolah kami," kata Andi Selvina, Guru Garis Depan (GGD) yang bertugas mengajar di SDN 18 Lubuk Kedang, Rabu (18/3).
Ada 47 unit tablet bantuan dari pemerintah dari BOS Afirmasi yang digunakan oleh pelajar SDN 18 Kelas 6 untuk mencari informasi mengenai peran Indonesia dalam ASEAN. Belajarnya secara berkelompok.
• Waspada Virus Corona, Pemkab Ketapang Ancam Sanksi Perusahaan yang Masih Datangkan TKA
• Sutarmidji Sampaikan Perkembangan Pasien dan Data Terbaru Positif Corona Kalbar
"Walau kami tak memiliki buku-buku penunjang, namun dengan adanya Tablet ini pemerintah sudah mempermudah kami untuk mencari tau lebih banyak lagi," ujar Andi.
Di Kabupaten Sintang sendiri, pemerintah belum memutuskan meliburkan sekolah karena belum siap menerapkan belajar dari rumah. Untuk mencegah penularan corona, Pemkab Sintang menerapkan konsep 3T (Telusur, test dan tindakan) serta pembatasan jarak sosial.
Belum terjangkaunya jaringan internet di seluruh kecamatan di Kabupaten Sintang menjadi pokok persoalan belajar dari rumah sulit diterapkan.
Bupati Sintang Jarot Winarno juga sudah meminta Dinas Pendidikan menyiapkan cara agar pelajar bisa belajar dari rumah saat diputuskan libur sekolah.
Di SDN 18 Lebuk Kedang, sudah ada jaringan internet. Namun, untuk penggunaan gadget untuk menelusuri informasi, masih berbagi jaringan.
Jaringan internet di Ketungau Tengah belum merata. Di Lubuk Kedang saja, hilang datang. "Kebetulan hari ini lancar. Dua hari lalu sempat hilang," ujarnya.
Di Lubuk Kedang, juga belum teraliri listrik. Setiap Tablet yang digunakan untuk belajar, pengisian dayanya secara bergantian menggunakan panel surya.
"Semoga listrik bisa masuk sini. Sementara charger pakai panel yang ada di sekolah," ungkapnya.
Menurut Andi, pembelajaran berbasis IT tersebut untuk mempersiapkan ujian berbasis android untuk anak anak kelas 6.
"Alat Modem sekolah belum bisa digunakan. Sementara masih saya siasati pakai paket internet Hp saya dulu. Kalau materi pembelajaran sudah tersedia dalam tablet," ungkapnya.
Pembelajaran berbasis android bagi murid SDN 18 Lubuk Kedang diakui Andi tidak ada kendala berarti. Meski belum ada WIFi, masih bisa disiasati.