Breaking News

Reuni Akbar Perdana, Ini Ungkapan Alumni UPB Angkatan 1985

Mereka kompak menggunakan kaos berwarna putih dengan logo UPB dan tahun angkatan di lengan sebelah kiri kaos.

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIZKI KURNIA
Alumni Universitas Panca Bhakti tahun angkatan 1985, Sukinah Wantini (66) menghadiri perhelatan Reuni Akbar Perdana UPB yang digelar di Grand Mahkota Hotel Jl Sidas, Pontianak Barat, Kalimantan Barat pada Sabtu 14 Maret 2020.  

PONTIANAK - Acara Reuni Akbar yang digelar Universitas Panca Bhakti (UPB) di Grand Hotel Mahkota, Sabtu (14/3/2020), berlangsung sangat meriah.

Acara tersebut ramai dihadiri oleh para Alumni UPB dari angkatan 1983 hingga 2015.

Mereka kompak menggunakan kaos berwarna putih dengan logo UPB dan tahun angkatan di lengan sebelah kiri kaos.

Mereka duduk berdampingan bersama teman-teman se-angkatan di meja bundar yang telah disediakan panitia.

UPB Gelar Reuni Akbar Perdana, Syalfarina: Untuk Menjalin Silaturahmi

Salah satu alumni angkatan 1985, Sukinah Wantini (66) menyampaikan prasaannya kepada wartawan Tribunpontianak terhadap acara Reuni Akbar tersebut.

"Ia seneng sekali saya, karena sudah lama ngak menginjakkan kaki ke kampus, bertemu teman-teman dari berberapa angkatan, walaupun dibawah saya itu saya kurang kenal tapi yang angkatan 1993 itu saya masih kenal wajahnya," ujar  Sukinah Wantini, Sabtu (14/03/2020).

 Sukinah Wantini merasa bahagia bisa bertemu dosen yang pernah mengajar sewaktu perkuliahan dahulu.

"Bahagia ,seneng juga saya masih bisa ketemu dosen juga, pak Tamtomo itu dosen saya dulu waktu kuliah, sekarang bisa ngobrol sama-sama di Reuni ini," ujarnya.

Ia menilai Silaturahmi pada Acara Reuni Akbar tersebut sangat berarti, bahkan dirinya sangat bangga bertemu teman se-almamater.

"Silaturahmi itu ngak bisa dibayar dengan apapun, ketemu temen-temen dan adek-adek, kita sama Almamater, bangga saya," ujar Sukinah Wantini.

Sukinah Wantini sempat menyampaikan sulitnya masa kuliahnya dahulu karena ada ujian Negara dan hanya menggunakan mesin ketik dan tidak tersedia komputer serta internet.

"Jadi ingat dulu waktu jaman saya kuliah kan masih pake mesin ketik ya, belum pake komputer, kalau kita skripai sampe rasanya ngak selesai-selesai, sulit jaman dulu itu, ada ujian negara juga," ujarnya.

"Kalau sekarang kan jamannya sudah maju, sudah ada google, internet, saya kira lebih gampang. Kalau jaman dulu kan masih jadul, harus baca buku, ndak bisa nyari di internet, sampai-sampai harus minjem buat baca buku, kalau sekarang kan tinggal googling, itu yang memudahkan mereka. Seharusnya mereka juga lebih cepat, kan ndak ada ujian Negara juga," ujarnya.

Selain itu, ia menerangkan dirinya merupakan pensiunan Dinas perkebunan provinsi 2010.
Serta memiliki empat anak yang saat ini sukses menjadi Dokter, Pegawai Bank, Polisi serta Karyawan Prusahaan.

"Saya 2010 pensiun dari Dinas Perkebunan Provinsi, anak saya ada empat, Alhamdulillah Allah kasi pekerjaan yang baik untuk mereka, ada yang sudah jadi Dokter, Pegawai Bank, Polisi sama Karyawan di Prusahaan," ujar Sukinah Wantini.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved