Cerita Mahfud MD Tak Lulus CPNS: Dapat Bonus Jadi Profesor, Menteri, Ketua MK dan Anggota DPR

Namun, seiring berjalannya waktu cita-citanya berubah. Ia ingin menjadi hakim.

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD dalam wawancara khusus dengan Kompas di Kantor Redaksi Kompas, Menara Kompas, Jakarta, Kamis (30/1/2020). 

Menko Polhukam, Mahfud MD ternyata pernah mengikuti tes penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Hasilnya, Mahfud MD saat itu dinyatakan tidak lulus.

Mahfud MD menceritakan hal itu saat pidato di acara Forum Komunikasi dan Koordinasi bertajuk 'Meningkatkan Peran Keluarga Mahasiswa dan Alumni Penerima Beasiswa Supersemar dalam Mewujudkan SDM Unggul, Indonesia Maju' di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan itu bercerita, awalnya ingin menjadi guru agama.

Namun, seiring berjalannya waktu cita-citanya berubah. Ia ingin menjadi hakim.

Mahfud MD : Silakan Mau Demo, Mau Unjuk Rasa, Mau Dialog dengan Pemerintah, Dialog dengan DPR

"Waktu itu sekolahnya di tingkat SMA yang khusus baru ada di Yogyakarta namanya pendidikan hakim Islam negeri," kata Mahfud MD.

"Nah disitu sekolahnya SMA, di situ sekolahnya tidak langsung jadi hakim agama dulu. Hanya bekal jadi hakim agama. Harus ke Fakultas Syariah dulu IAIN. Maka saya (harus) masuk ke pendidikan hakim negeri," lanjut Mahfud MD.

Namun, karena keterbatasan keuangan Mahfud tidak mendaftar ke IAIN.

Ia pun memutuskan untuk berkerja dengan mengikuti tes CPNS bermodalkan ijazah SMA dan nilai terbaik di sekolah.

"Daya optimis saya lulus karena nilai saya terbaik. Ternyata enggak lulus jadi pegawai menteri di Kementerian Agama. Temen-temen saya yang enggak pinter lulus semua," lanjut dia.

Halaman
12
Editor: Nasaruddin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved