Perayaan Ulang Tahun Episkopal Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus ke-20

Gus Yahya bahwa NU sudah menyatakan secara resmi visinya soal persaudaraan kemanusian, dan vatikan juga menyatakan secara resmi.

TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Uskup Agung Keuskupan Agung Pontianak, Mgr.Agustinus Agus bersama Khatib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf foto bersama tokoh agama, tokoh adat dalam acara thanksgiving dinner yang digelar dalam rangkaian acara Peringatan hari ulang tahun ke-20 Tahbisan Uskup Mgr.Agustinus Agus di aula Citra Garden Aneka, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (6/3/2020). Acara ini digelar Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAK) Keuskupan Agung Pontianak dan STKIP Pamane Talino dengan tema "Bersama Membangun Negeri dan Kalimantan Barat". 

KUBU RAYA - Dalam momen perayaan ulang tahun Episkopal (tahbisan uskup, Red) Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus ke-20, Khatib Aam PB Nahdlatul Ulama, KH Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi pembedaan antar umat manusia.

"Semua orang harus di perlakukan setara sebagai warga negara," KH Yahya Cholil Staquf saat konferensi pers perayaan ulang tahun Episkopal (tahbisan uskup, Red) Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus ke-20, pada Jumat (6/3/2020).

Terkait itu, Gus Yahya sapaan akrabnya menyampaikan, pada 4 februari 2019 lalu, paus fransiskus bersama grand sahal al azhar ahmad thayyib, telah menandatangi bersama satu dokumen yang disebut sebagai dokumen persaudaraan kemanusiaan.

"Ini persis satu rel dengan pandangan NU yang sudah dinyatakan pada tahun 1984 di Situbondo, nah maka kemudian saya berusaha mencari jalan untuk bisa bertemu dan berkomunikasi dengan kepausan di vatikan, kalau bisa bertemu dengan paus fransiskus sendiri," kata Gus Yahya.

Umat Katolik Keuskupan Agung Pontianak Peringati HUT Episkopal Uskup Agung Mgr Agustinus Agus

Sebelum pertemuan itu terjadi, dikatakan Gus Yahya dirinya dibantu oleh Ketum DPP REI Paulus Totok Lusida dan dipertemukan langsung dengan Mgr Agustinus Agus.

"Saya berusaha mencari jalan untuk bisa bertemu dan berkomunikasi dengan kepausan di vatikan, kalau bisa bertemu dengan paus fransiskus sendiri. Pak totok saya dikenalkan dengan pak totok, pak totok kemudian mengatakan akan membantu saya, lalu beliau langsung menghubungi mgr agustinus agus, dan terjadilah," terang dia.

Saat itu ia yang dibantu dan sekaligus difasilitasi dengan Ketum REI tersebut, langsung bertemu paus di Vatikan, untuk menyampaikan hasil Munas alim ulama yang menyatakan NU bahwa kategori kafir tidak lagi relevan dalam konteks negara bangsa modern.

"Sekaligus saya sampaikan kepada paus, pak totok ada disebelah saya waktu itu, saya sampaikan waktu itu, bahwa saya sangat berharap paus berkenan mempertimbangkan untuk berkunjung ke Indonesia. Dan mengadakan kegiatan bersama yang dapat menjadi momentum global untuk kemanusiaan," sampainya.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, Kapolda Kalimantan Barat, Irjen R.Sigid Tri Hardjanto, Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad, Uskup Agung Keuskupan Agung Pontianak, Mgr.Agustinus Agus dan para hadirin dalam acara thanksgiving dinner yang digelar dalam rangkaian acara Peringatan hari ulang tahun ke-20 Tahbisan Uskup Mgr.Agustinus Agus di aula Citra Garden Aneka, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (6/3/2020). Acara ini digelar Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAK) Keuskupan Agung Pontianak dan STKIP Pamane Talino dengan tema
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, Kapolda Kalimantan Barat, Irjen R.Sigid Tri Hardjanto, Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad, Uskup Agung Keuskupan Agung Pontianak, Mgr.Agustinus Agus dan para hadirin dalam acara thanksgiving dinner yang digelar dalam rangkaian acara Peringatan hari ulang tahun ke-20 Tahbisan Uskup Mgr.Agustinus Agus di aula Citra Garden Aneka, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (6/3/2020). Acara ini digelar Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAK) Keuskupan Agung Pontianak dan STKIP Pamane Talino dengan tema "Bersama Membangun Negeri dan Kalimantan Barat". (TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA)

Dan pada saat kunjungan itupun mendapat sambutan positif dari paus, bahkan dikatakan dia pada saat itu paus berkenan foto bersama rombongan banser yang ikut bersama.

Sejak september lalu itupun, Gus Yahya mengatakan pertemuan itu menjadi pembicaraan banyak orang tentang kemungkinan paus berkunjung ke indonesia.

Halaman
12
Penulis: Muzammilul Abrori
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved