Corona Masuk Indonesia
Dokter China Ungkap Temuan Mengejutkan Bahaya Virus Corona, Terkuak Hasil Otopsi Korban Covid-19
Fibrosis paru adalah jaringan parut permanen pada jaringan paru-paru yang dapat membuat pasien secara kronis kehabisan napas.
Dokter China Ungkap Temuan Mengejutkan Bahaya Virus Corona, Terkuak Hasil Otopsi Korban Covid-19
Virus corona yang bermula dari Wuhan, Tiongkok semakin meluas ke berbagai negara.
Bahkan organisasi kesehatan dunia (WHO) telah menetapkan status darurat terkait wabah virus corona di China.
Dilansir oleh worldmeter.info, hingga Minggu (8/3/2020), sudah ada 106.191 kasus penyebaran virus corona.
Sementara itu sudah 3.600 orang meninggal dunia dan 60.190 orang yang dinyatakan sembuh.
Karena banyaknya kasus penularan virus ini, banyak masyarakat di dunia yang panik.
Di tengah kepanikan tersebut, kini dokter dari China menemukan fakta mengejutkan tentang bahayanya virus corona ini.
Dikutip dari News.com.au, dokter dari China menemukan fakta bahwa virus corona merupakan penyakit mematikan.
• KRONOLOGI Satu Lagi WNI Positif Corona di Singapura, Rasakan Gejala Setelah 14 Hari, Ini Kata KBRI
Hal tersebut ditemukan setelah ia melakukan otopsi pada tubuh korban yang terkena virus corona ini.
Dokter tersebut mengatakan bahwa virus corona ini merupakan kombinasi dari SARS dan AIDS yang dapat menyebabkan kerusakan paru-paru.
Lebih parahnya, kerusakan tersebut juga tak akan berubah meskipun pasien sudah sembuh.
Temuan tersebut dilaporkan oleh juru bicara Partai Komunis Global Times pada Jumat (6/3/2020), setelah sebuah makalah oleh para dokter Wuhan yang diterbitkan dalam Journal of Forensic Medicine awal pekan beredar di media sosial Tiongkok.
"Pengaruh COVID-19 pada tubuh manusia seperti kombinasi SARS dan AIDS karena dapat merusak paru-paru dan sistem kekebalan tubuh," kata Peng Zhiyong, direktur unit perawatan intensif Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan di Wuhan, kepada Global Times.
Peng berkomentar di atas kertas oleh Liu Liang, seorang spesialis forensik dari Fakultas Kedokteran Tongji di Universitas Sains dan Teknologi Huazhong, yang timnya telah melakukan sembilan otopsi pasien virus corona pada 24 Februari lalu.
• Seorang WNI di Singapura Kembali Dinyatakan Positif Terinfeksi Virus Corona
“Hasil otopsi yang dibagikan Liu banyak menginspirasi saya. Berdasarkan hasil, saya pikir hal yang paling penting sekarang adalah mengambil langkah-langkah pada tahap awal penyakit untuk melindungi paru-paru pasien dari fibrosis yang tidak dapat disembuhkan,” ungkap Dr Peng kepada outlet.