Disnakertrans Kalbar Luncurkan Aplikasi Satu Data Hubungan Industrial

Aplikasi ini diberi nama Sudahi (Satu Untuk Data Hubungan Industrial) dan sudah resmi diluncurkan saat Rapat Sinkronisasi Program

IST
Foto bersama usai membuka Rapat Sinkronisasi Program dan Pelaporan Hubungan Industrial Provinsi Kalbar di Hotel Kapuas Dharma Pontianak, Kamis (27/2/2020). 

PONTIANAK - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Barat meluncurkan sebuah aplikasi untuk mencakup semua data yang berhubungan dengan hubungan industrial.

Aplikasi ini diberi nama Sudahi (Satu Untuk Data Hubungan Industrial) dan sudah resmi diluncurkan saat Rapat Sinkronisasi Program dan Pelaporan Hubungan Industrial Provinsi Kalbar di Hotel Kapuas Dharma Pontianak, Kamis (27/2/2020).

Kepala Bidang Pengawasan dan Ketenagakerjaan Disnakertrans Kalbar ,Sunarta menyatakan bahwa aplikasi Sudahi ini merupakan penyempurna gerakan satu data yang digagas Kemnaker pada akhir 2019 lalu.

Dirinya juga menjelaskan bahwa aplikasi Sudahi ini nantinya tidak hanya digunakan oleh Disnakertrans provinsi, tetapi digunakan juga oleh dinas tenaga kerja di kabupaten/kota.

Ia menjelaskan bahwa diaplikasi Sudahi nanti akan terekam semua data-data hubungan industrial yang ada di kabupaten/kota. Misalnya data peraturan perusahaan, data serikat pekerja, dan sebagainya.

Disnakertrans Kalbar Koordinasi dengan Lombok Pulangkan Jenazah TKI Meninggal

"Dengan data yang lengkap, kita bisa bergerak dan tahu jika ada masalah. Misalnya kita ingin tahu kondisi di suatu perusahaan tertentu, dari aplikasi itu sudah bisa kita ketahui," ujarnya.

Sunarta menambahkan, pihaknya selama ini bukannya tidak memiliki data tentang hubungan industrial. Disnakertrans dikatakannya sudah punya data yang berkaitan dengan hubungan industrial, namun sayangnya data tersebut belumlah terlalu lengkap.

Seiring dengan peluncuran aplikasi Sudahi ini, Ia pun berani memastikan bahwa dalam beberapa waktu ke depan, pihaknya akan mengantongi data yang detil. Baik di bidang hubungan industrial, maupun bidang-bidang lainnya.

Aplikasi sudahi ini merupakan inisiatif atau inovasi dari Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan sosial Tenaga Kerja Disnakertrans Kalbar.

"Selama ini kita punya data, hanya saja data yang ada itu tidak by name by address. Sehingga, pada saat kita ingin mengetahui data yang ada selama ini, kabupaten/kota tidak bisa menunjukkan by name by address'" jelasnya.

Kedepannya dengan adanya aplikasi ini bisa terdata semua seperti perusahaan kategori besar atau kecil, berapa jumlah pekerjanya, dan sebagainya.

Lebih lanjut Sunarta meminta jajarannya di Disnakertrans untuk benar-benar menguasai data yang akurat. Tanpa data, sambung dia, proses penyusunan perencanaan hingga pengambilan keputusan dipastikan tidak akan tepat sasaran.

Ia mengatakan bahwa jika kerja tanpa data, untuk era sekarang memang mustahil atau bahkan tidak mungkin terlaksana kalau data itu tidak tersinkronisasi dengan baik.

"Apalagi, Pak Gubernur Kalbar sangat konsen dengan data. Untuk itu kita sebagai aparatur yang diberikan tugas atau wewenang di dinas tenaga kerja dan transmigrasi kita hukumnya wajib untuk mengumpulkan data sebaik mungkin supaya ketika terjadi hal-hal mengenai tenaga kerja, kita punya datanya," pungkasnya.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved