Jalan dan Jembatan Perbatasan Sintang Belum Pertimbangkan Aspek Keamanan Negara

Zulkarnain mengungkapkan, dari 200 kilometer jalan menuju perbatasan, ada 75 jembatan.

TRIBUNPONTIANAK/AGUS PUJIANTO
PENGERJAAN JEMBATAN: Satu unit excavatot sedang meratakan tanah di jembatan yang baru selesai dibangun di ruas jalan perbatasan. Ruas jalan dan jembatan menuju perbatasan disebut belum mempertimbangkan aspek pertahanan negara, Selasa (25/02/2020). 

SINTANG - Staf Ahli Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Paban Sahli Bidang Ideologi, Kolonel Inf Heri Kuswanto mengungkapkan pembangunan infrastruktur sebagai fasilitas pertahanan negara perlu sinergisitas.

Supaya, fasilitas yang terbangun juga dapat difungsikan untuk pertahanan negara.

“Misalkan ada jalan yang panjang bisa dijadikan landasan pacu pesawat tempur. Oleh sebab itu sangat perlu sinergitas,” ungkap Heri saat kunjungan kerja ke Kabupaten Sintang untuk membahas rencana pembangunan Skuadron Penerbad, Selasa (25/2/2020).

Menurut Heri, jembatan yang ada di perbatasan harus ada data soal daya dukungannya.

Skuadron Penerbad Butuh Lahan 32 Hektare, Pemkab Sintang Hanya Boleh Bebaskan Setahun 5 Hektare

Misalnya daya dukungannya 2 ton supaya mampu menahan beban alusista.

Dandim 1025/Sintang, Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan menambahkan pembangunan jalan, jembatan, gedung dan sebagainya harus memperhatikan aspek ketahanan negara.

“Data yang valid tentang garis depan untuk pertahanan negara. Pembangunan di daerah harus sejalan dengan kepentingan pertahanan negara,” ujar Dandim.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sintang, Zulkarnain mengungkapkan, dari 200 kilometer jalan menuju perbatasan, ada 75 jembatan.

Semuanya kata dia, belum mempertimbangkan aspek pertahanan negara.

“Kami memang belum mempertimbangkan aspek keamanan negara. Tetapi jalan paralel dibangun oleh TNI kami yakin sudah mempertimbangkan aspek keamanan,” ungkap Zulkarnain.

Zulkarnain memastikan, saran dari staf ahli Kasad soal aspek jembatan harus menjadi pertimbangan untuk kepentingan pertahanan negara akan menjadi perhatian pihaknya dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sintang.

“Informasi aspek ini untuk menjadi bahan dinas PU dalam merencanakan pembangunan jembatan di kawasan perbatasan."

"Aspek jembatan yang layak untuk pertahanan keamanan ini akan kami kombinasikan dengan desain yang sesuai,” jelasnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved