HUKUM Puasa Rajab, Apakah Sunnah atau Bid'ah? Berikut Dalil dan Penjelasannya

Sebagian orang mempermasalahkan hukum puasa Rajab. Bahkan ada yang mengatakan bid’ah karena tidak ada dalil spesifik yang membolehkannya.

Editor: Rizky Zulham
NUONLINE
Puasa Rajab 

Selain puasa wajib di bulan Ramadhan, Islam juga menganjurkan pengikutnya untuk mengerjakan puasa sunnah.

Mengutip Islam.co, puasa sunnah waktunya lebih fleksibel ketimbang puasa wajib.

Maksudnya, kalau puasa wajib harus dilakukan di waktu spesifik, misalnya puasa Ramadhan.

Sementara puasa sunnah ada yang berkaitan dengan waktu tertentu dan ada yang tidak berkaitan.

Kita boleh mengerjakan puasa sunnah selama tidak dilakukan di waktu yang diharamkan untuk puasa.

Di antara puasa yang dianjurkan untuk dilakukan adalah puasa di bulan Rajab, atau puasa Rajab.

Sebagian orang mempermasalahkan hukum puasa Rajab. Bahkan ada yang mengatakan bid’ah karena tidak ada dalil spesifik yang membolehkannya.

Bahkan, hadis-hadis keutamaan puasa di bulan Rajab kebanyakan dhaif dan maudhu’.

Namun apakah kelemahan dalil tersebut berdampak pada ketidakbolehan puasa di bulan Rajab? Jawabannya tentu tidak.

Pertanyaan hukum puasa Rajab pernah ditanyakan Utsman bin Hakim kepada Sa’id Ibnu Jubair.

Dialog kedua orang ini direkam oleh Imam Muslim bin Hajaj dalam kitab Shahih-nya.

حدثنا عثمان بن حكيم الأنصاري، قال: سألت سعيد بن جبير عن صوم رجب ونحن يومئذ في رجب، فقال: سمعت ابن عباس رضي الله عنهما يقول: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصوم حتى نقول لا يفطر، ويفطر حتى نقول لا يصوم

Artinya:

“Utsman bin Hakim al-Anshari berkata, ‘Saya pernah bertanya kepada Sa’id Ibnu Jubair terkait puasa Rajab dan kami pada waktu itu berada di bulan Rajab. Said menjawab, ‘Saya mendengar Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Rasulullah SAW berpuasa (berturut-turut) hingga kami menduga Beliau SAW selalu berpuasa, dan Beliau tidak puasa (berturut-turut) sampai kami menduga Beliau tidak  puasa,’" (HR Muslim).

Terkait hadis ini, khususnya jawaban Sa’id Ibnu Jubair saat ditanya hukum puasa Rajab, Imam An-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim berpendapat sebagai berikut.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved