Sutarmidji Minta Percepatan Pembanguan Kereta Api Trans Kalimantan

Rencana untuk jalur KA pertama yakni dari Bandara Supadio Pontianak, Pontianak, Mempawah , Singkawang, Sambas dan Batas Negara.

Sutarmidji Minta Percepatan Pembanguan Kereta Api Trans Kalimantan
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian didampingi Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Regional Kalimantan tahun 2020 di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Pontianak, Rabu (19/2/2020). Musrenbang ini mengusung tema Membangun Kalimantan Menuju Peradaban Indonesia Baru, tema ini dipilih untuk mendukung kebijakan pemindahan ibu kota Indonesia ke provinsi Kalimantan Timur. 

PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji menyampaikan tencana pembangunan jalur kereta api trans Kalimantan agar bisa dipercepat karena akan mempermudah lalu lintas dari berbagai wilayah di Kalimantan.

“Jalur ini juga merupakan jalur SDA agar nanti SDA yang dihasilkan bisa murah karena wilayah kita sangat luas dan panjang sehingga kereta api pilihan paling tepat untuk menghubungkan semua wilayah Kalimantan,” ujar Sutarmidji beberapa waktu lalu.

Ia juga menunjukan data untuk rencana pembangunan jalur kereta api Trans Kalimantan akan ada dua puluh jalur kereta api (KA) sebagai penghubung provinsi di Kalimantan.



Sedangkan untuk di Kalbar akan ada empat jalur KA . Rencana untuk jalur KA pertama yakni dari Bandara Supadio Pontianak, Pontianak, Mempawah , Singkawang, Sambas dan Batas Negara.

Jalur KA kedua yakni dari Pontianak, Tayan , Sanggau. Jalur KA ketiga Sanggau , Sintang dan Putussibau. Untuk jalur keempat dari Sanggau , Nanga Tayap , Nanga Bulik, Sampit dan Palangkaraya.

Kawasan Hutan Biasa

Kepala Bidang Penatagunaan Dan Pengelolaan Hutan, Triadi Andrianto mengatakan tentu pembangunan kereta api trans  Kalimantan sudah masuk dalam program Kementrian pusat karena berkaitan dengan pemindahan ibu kota negara.

Bupati Sambas Hadiri Musrenbang Regional Kalimantan 2020

Maka dilakukan percepatan untuk trasnportasi penghubung setiap provinsi di Kalimantan.

 Triadi Andrianto mengatakan rencana pembangunan jalur kereta api tentu akan ada titik yang melewati kawasan hutan.

“Ketika lewat kawasan hutan tentu ada andil pihak Dinas Kehutan masuk kesana khusus untuk di Kalbar,” ujarnya saat ditemui di Ruang Kerjanya, Jumat (21/2/2020).

Jadi mekanisme yang dilakukan untuk kawasan hutan yang akan dilalui jalur trasnportasi umum bisa melalui pinjam pakai atau mekanisme lain yang diperbolehkan oleh Pihak Kehutanan.

Jadi semua di percepat berkaitan dengsn pemidnahan ibu kota negara ke Kaltim.

“Jadi yang jelas nanti kalau sudah ketauan dimana jalurnya disitu akan di float melalui kawasan apa saja ketika sudah tau akan diproses bisa melalui kementrian kehutanan dan jangan kawatir di Kalbar ada UPT Kantor perwakilan Kementrian kehutanan seperti BPKH , BPH , KSDA . Proses nanti bisa dilakukan disitu,” jelas  Triadi Andrianto.

Ia mengatakan jalur yang dilintasi tentu ada masuk dalam kawasan hutan tapi itu tidak masalah bahkan jalan pararel perbatasan ada yang menabrak taman nasional  . Mengenai hal itu tentu sudah ada mekanismenya .

“Kalau memang melintasi kawasan hutan proses mekanismenya bisa pinjam pakai . Kalau pinjam pakai itu kalau memang digunakan untuk faslitias umum tidak berbayar jadi tidak dikenakan pajak pertahun,” ujarnya.

Jadi beda kalau pinjam pakai digunakan oleh perusahaan misal perusahaan tambang karena dia profit jadi ada bayar pajak .  Tetapi tetap melalui mekanisme yang diatur.

Ia menjelaskan jika melalui kawasan hutan akan melalui proses pinjam pakai . Kemudian fungsi kawasan hutan tertinggi itu ada pada taman nasional kemudian di bawahnya ada hutan lindung dan produksi .

Hutan produksi terbagi menjadi hutan produksi terbatas, biasa dan tetap dan hutan produksi yang dapat di konfersi .

“Kalau terkait kereta api kawasan yang terkena proyek pekerjaan jalur kereta api kita perlu data SHP , baru ditelaah diatas peta apakah terkena kawasan hutan atau tidak,” ujarnya.

Ia mengatakan tentu tidak bisa hanya melihat saja tapi perlu titik kordinatnya dimana baru bisa difloatkan ke peta yang dipunya dan baru diukur atau digitasi untuk mengetahuinya dan itu harus ahli yang bersangkutan melakukannya.

Suyanto Tanjung Sebut Telah Dapat Restu OSO Kembali Pimpin Hanura Kalbar


“Ahli dalam hal ini adalah ahli Geospasial Information Sistem / GIS,” ucpanya.

Ia mengatakan jika ada jalur kereta api bisa digunakan sebagai sarana transportasi barang atau hasil SDA bisa hasil pertanian dan hutan. Jadi barang bisa terangkut danbiaya lebih murah dan jalan relatif awet.

“Jadi efeknya banyak ke positif tinggal jalur dipilih yang memungkin ,” pungkas  Triadi Andrianto.
Transportasi Murah
 Pengamat Ekonomi Universitas Tanjungpura, Ali Nasrun mengatakan pembangunan kereta api Trans Kalimantan hal yang sudah seharusnya karena kedepan masyarakat akan memerlukan moda transportasi murah .

Apalagi dengan adanya pelabuhan kijing kereta api menjadi syarat mutlak yang bisa memudahkan biaya pengangkutan barang dan orang.

“Seharusnya ada jalur Jalur Selatan Tengan dan utara. Jadi itu sangat penting untuk  trsanportasi yang mudah dan murah ,” ujarnya, Minggi (21/2/2020).

Kompas Gramedia Unit Kalbar Gelar Syukuran 2020 dengan Tema Merajut Harmoni


Ia mengatakan tentu saat ini perlu untuk dikaji misalnya di buat sekarang yang akan menggunakannya siapa, jangan sampai biaya pemeliharaan tidak bisa karena anggaran yang akan dikeluarkan tidak sedikit jangan sampai tidak terpakai  .

“Sekarang paling banyak sawit selama ini diangkut truk banyak benar masalah . demikian sebarapa banyak sawit yang ada dan itu harus dalam kajian layak atau tidak.l
Kemudain kalau belum harus digunakan sebagai pendorong mengembangkan usaha lain sehingga bisa lebih bermanfaat,” jelasnya.

Ia mengatakan penduduk di Kalbar hanya 5 jutaan agak susah jika hanya mengharapkan manusianya saja, tapi bisa juga diarahkan ke usaha lain seperti industri , pariwisata dan pertanian.

“Jadi harus ada kajian terintegrasi ke semua aspek tidak hanya tentang membuat kereta saja karena kita menggunakan anggaran ,” ujar Ali Nasrun.

Ia mengatakan saat ini pembangunan kereta api di Kalbar belum efektif .

“karena melihat misalnya CPO dijalan saja masih jarang tidak sampai beruntun puluhan truk. Tapi membuat rel kereta api bukan dalam waktu singkat. Kalau dihitung saat kereta api sudah jadi produksi sudah banyak dan itu memang perlu kajian,” ujar Ali Nasrun.

Kalau hanya mengandalkan pendudukan tidak termanfaatkan dengan baik.
Update berita pilihan

tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved