KISAH Pilu Korban Terinfeksi Virus Corona Wuhan, Bantuan Terlambat hingga Disebut 'Momen Chernobyl'
Liu sendiri tidak dapat fokus pada studinya. Ia ingin pergi menemui keluarganya, tetapi ibu Liu mengatakan bahwa kondisi di sana tidak aman.
KISAH Pilu Korban Terinfeksi Virus Corona Wuhan, Bantuan Terlambat hingga Disebut 'Momen Chernobyl'
Wabah Virus corona masih menjadi ancaman dan ketakutan dunia saat ini.
Berbagai kisah pun hadir dari para korban ataupun penduduk negara-negara yang terdampak dari virus corona ini.
Salah satunya datang dari Liu Mengdi, salah satu penduduk yang berasal dari Wuhan, kota yang disebut sebagai pusat atau asal wabah virus corona baru ini.
"Hari ini adalah hari keenam isolasi kota. Saya pikir, isolasi ini membuat keluarga saya tidak keluar rumah dan menjadi lebih aman," tulis Liu pada 29 Januari lalu dari Italia, tempat ia tengah menempuh pendidikan universitas.
Melansir The Guardian, ayah Liu yang berusia 54 tahun mengalami gejala radang tenggorokan dan batuk selama lima hari dan dinyatakan positif terkena virus.
Sementara, kakeknya yang berusia 90 tahun, juga menunjukkan gejala yang lebih serius, demam tinggi dan kesulitan bernapas.
"Seluruh orang di keluarga saya sangat khawatir. Tapi kami percaya, bahwa segalanya akan baik-baik saja. Terima kasih kepada orang-orang yang telah berjuang melawan wabah ini. Terima kasih untuk orang-orang yang telah membantu kami," tulis Liu.
• Nasib Mahasiswa WNI yang Ingin Berkuliah di Wuhan Pasca Wabah Corona, Menkes Terawan Bereaksi
Namun, tiga hari setelah ia menulis, yaitu 2 Februari 2020, kakeknya meninggal.
Keluarga Liu adalah satu dari banyak pihak yang harus kehilangan orang yang dicintai.
Beberapa hari sebelum kakeknya meninggal, ia mengalami demam sepanjang malam dan jatuh dari tempat tidur.
Saat keluarganya memanggil ambulans, mereka diberitahu bahwa tidak ada gunanya untuk membawanya ke rumah sakit.
Keluarganya pun menghubungi pengurus lingkungan setempat yang diberi tanggungjawab untuk melaksanakan pemeriksaan, karantina, dan transportasi ke rumah sakit. Namun, tidak ada bantuan.
Bahkan, Liu sempat mengunggah cerita keluarganya di Weibo, memohon bantuan, dan juga mengontak media lokal.
Akhirnya, tenaga kesehatan datang ke rumahnya, mengambil sampel darah dari kakek Liu dan menyarankannya mencari tempat lain untuk melakukan tes diagnostik lengkap.