Indonesia Lawyers Club
Reaksi Sandiaga Uno, Anies Baswedan & Mahfud MD ketika Ganjar Pranowo Berbicara di ILC TVOne
Itulah hal yang diulas Ganjar Pranowo saat mendapat kesempatan berbicara di diskusi ILC di layar tvOne yang dipandu Karni Ilyas.
"Politik kontestasi kita diatur oleh politik lima tahunan, Maka hal yang praktis ini jadi loyalitas 5 tahunan.
Jangan baperan. Ini politik 5 tahunan. Besok lagi bisa gandengan," tuturnya.

Konsekuensi Pilkada / Pilpres Langsung Dipilih Rakyat
Ganjar Pranowo yang dominan rambutnya putih dan mengenakan baju warna gelap itu bertutur, politik identitas bagian dari improvisasi dan cara kepala daerah meraup suara dalam kontes pemilihan langsung.
Suka atau tak suka, itu konsekuensi dan perubahan sistem politik.
"Bahwa kita belum terlalu pintar, lalu politik identitas mengemuka, karena itu market potensial yang digarap dengan liberalisasi politik seperti ini. Given itu!" kata Ganjar dengan sorot mata setengah melotot ke arah hadirin.
Menurut Ganjar, masih ada money politik, politik identitas, itu konsekuensi plus minus pesta demokrasi langsung, karena pemilihan lewat MPR atau DPRD juga banyak plus minusnya.
"Bahwa kita belum menuju kualitas demokrasi terbaik, ya itulah jalan menuju kualitas itu," tuturnya.
"Saya optimis terus. Maka siapapun terpilih melakukan improvisasi terbaik, memasukkan orang-orang yang nyaris zaman dulu tak pernah bisa masuk.
Ganjar ini siapa, bukan siapa-siapa. Kenapa bisa terpilih? Saya juga tidak mengerti," kata Ganjar.
"Siapa sih gubernur Jawa tengah sebelum-sebelumnya?
Tentara, tua! Maaf. Pasti kan? Pensiunan, pangdam. Begitu-begitu.
Lalu muncul perubahan dan harapan. Lalu semua dilihat dari track record-nya.
Dan makin hari makin baik," tuturnya.
"Terbayang nggak orang seperti Pak Erick Thohir ini tiba-tiba jadi menteri BUMN?
Saya sendiri coba membaca-baca, kenapa ya Pak Jokowi memilih Pak Erick Thohir?