Cap Go Meh
Arus Balik di Bandara Supadio Alami Peningkatan Penerbangan Pasca Cap Go Meh
Eri Braliantoro menerangkan terkait pergerakan penumpang di arus balik mencapai 14 ribu dengan tujuan Jakarta.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Jamadin
KUBU RAYA - Perhelatan Cap Go Meh telah usai. Pasca momen ini, arus balik pun sudah terlihat di Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya, Kalbar.
Hal demikian disampaikan Executive General Manager Bandara Supadio, Eri Braliantoro.
Ia mengatakan di Bandara Supadio terjadi peningkatan dari sisi lepas landas dan mendarat.
"Sejak tanggal 8 hingga saat ini memang sudah ada peningkatan. Biasa sekitar sehari itu, flight take off landingnya di bawah seratus kini sudah di atas seratus untuk pergerakan pesawatnya," ujarnya, Jumat (14/2/2020).
• Dua Alat Baru di Bandara Supadio Deteksi Suhu Tubuh Pakai Inframerah
Lebih lanjut, Eri Braliantoro menerangkan terkait pergerakan penumpang di arus balik mencapai 14 ribu dengan tujuan Jakarta.
"Untuk extra flight sendiri, masih di maskapai Lion dan Sriwijaya. Meskipun ada isu wabah virus corona, namun itu tidak mempengaruhi," jelasnya.
"Mungkin yang berpengaruh di Jakarta dan internasional. Sementara kita, internasional hanya di Kuching dan Kuala Lumpur," tambahnya.
Perketat Pemeriksaan
Pasca tersebarnya wabah virus corona yang pertama kali terjadi di Wuhan, China, beberapa negara di belahan dunia, terus memperketat pemeriksaan kesehatan penumpang domestik maupun luar negeri. Mulai dari lajur darat, udara hingga perairan.
Executive General Manager Bandara Supadio, Eri Braliantoro menuturkan, pihaknya bersama petugas Kantor Kesehatan Pontianak (KKP) masih bersiap siaga di kawasan bandara.
• VIDEO: Satpol PP Ciduk 9 Pasangan Ilegal Saat Razia Hotel dan Kos di Malam Valentine
"Kita di bandara selalu standby menyiapkan fasilitas-fasilitas guna mengantisipasi penyebaran virus corona di Kalimantan Barat," terang Eri Braliantoro.
Lebih lanjut, Eri menyebutkan pengecekan kesehatan penumpang dan fasilitas kesehatan lainnya masih berada di dalam Bandara Supadio.
"Mulai dari thermo gun (alat pendeteksi suhu secara inframerah), kemudian thermo scanner, yakni pendeteksi jarak jauh. Pihak KKP juga sudah menyiapkan penambahan alat baru di sana," terang Eri Braliantoro.
Eri Braliantoro mengungkapkan, fasilitas-fasilitas kesehatan itu akan terus di siap siagakan di bandara hingga menunggu informasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.
"Kitakan mengikuti intruksi dari pemerintah daerah dan dari kantor pusat Angkasa Pura II. Sampai saat ini semuanya masih tetap kita siagakan di bandara," imbuhnya.