Terkait PLB Temajuk Yang Belum Ada Gerbang, Ini Ulasan Yudanus Dekiwanto

Terkait turis yang masuk secara ilegal dan tidak tercatat, ia mengatakan temuan itu benar, karena pintu gerbang jauh.

Terkait PLB Temajuk Yang Belum Ada Gerbang, Ini Ulasan Yudanus Dekiwanto
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANGGITA PUTRI
Kakanwil Kemenkumham Kalbar, Yudanus Dekiwanto usai menghadiri rapat dalam rangka percepatan Pengembangan Perbatasan Wilayah Perbatasan Aruk sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang dilaksanakan di Wisma Indonesia Aruk, Senin (10/2/2020). 

PONTIANAK - Kakanwil Kemenkumham Kalbar, Yudanus Dekiwanto mengatakan mengenai PLB di Temajuk dari Imigrasi ada petugas tapi tidak ada pintu gerbangnya.

Hal ini disampaikannya usai menghadiri rapat dalam rangka percepatan Pengembangan Perbatasan Wilayah Perbatasan Aruk sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang dilaksanakan di Wisma Indonesia Aruk, Senin (10/2/2020).

“Imigrasi itukan penjaga pintu tidak kayak di sini ada pintu gerbang, di sana juga ada. Di sini Aruk di sana Biawak, seperti di sini Entikong di sana Tebedu,” ujar Yudanus Dekiwanto.

Ia mengatakan kalau Temajuk ini mau ke Sementan jaraknya jauh. Pada Rakor di perbatasan Gubernur sudah mengatakan tahun 2020 akan dibangun satu pintu gerbang gedung terpadu ada bea cukai dan karantian.

Untan Siap Bantu Perkembangan PLBN Aruk Melalui Bidang Penelitian dan KKN Tematik

“Jadi rekan rekan tolong dikontrol juga supaya kami juga siap untuk fasilitasi pertumbuhan perekonomian dengan tadi masuknya turis-turisnya,” ujar Yudanus Dekiwanto.

Terkait turis yang masuk secara ilegal dan tidak tercatat, ia mengatakan temuan itu benar, karena pintu gerbang jauh.

“Kalau turis tidak melapor kan sulit juga untuk mengawasi kalau kita nanti tidak memberi kepastian hukum turis ini jadi lari tidak mau masuk. Jadi ini adalah satu tekad yang bagus untuk mencari solusi dalam pertemuan ini . jadi tadi sudah diaokomidir oleh intansi terkait bahwa itu akan dibangun kata pak gubernur pos terpadu sehingga nanti bisa menjadikan pintu gerbang keluar masuk antar negara,” jelas Yudanus Dekiwanto.

Ia mengatakan kalau diarahkan untuk satu pintu gerbang dan mereka akan melalui satu pintu gerbang itu. seperti di sini Aruk tidak ada yang keluar selain dari Aruk.

“Dengan Sematan kami sudah bilateral dengan imigrasi sana sudah membicarakan juga bahwa tolong pintu masuk didekatkan juga. jadi di Melano karena selama ini di Sematan. Karena di Melano tidak ada. Jadi persolannya bukan hanya di Indonesia saja. Di sana juga begitu. Harus sama-sama didekatkan seperti itu,” pungkas  Yudanus Dekiwanto.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved