Gubernur Edy Rahmayadi Angkat Bicara, Respons Aksi Save Babi di Medan Sumatera Utara Sumut
Edy Rahmayadi membantah tudingan dari para pendemo 'Save Babi' yang menyebutkan, bahwa dirinya berencana untuk memusnahkan seluruh hewan ternak babi.
"Ribuan peternak babi, kalau ini dimusnahkan, ribuan masyarakat itu akan pengangguran. Juga ribuan pengusaha, contoh rumah makan BPK atau rumah makan babi, itu ribuan orang," bebernya.
Pemusnahan babi yang mengakibatkan pengangguran bisa memicu munculnya penjahat.
• Ramalan Shio Hari Ini Selasa 4 Februari, Shio Babi Kehilangan, Naga Dapat Berita Mengejutkan
"Ribuan orang, bila babi dimusnahkan akan menjadi pengangguran atau menjadi selama ini berusaha dengan baik, pengusaha dengan baik menjadi penjahat. Apa kita mau masyarakat kita menjadi penjahat di Sumatera Utara," ujarnya.
Dari penuturannya, Rismon Sirait menyampaikan kepada Gubernur Sumut bahwa babi tidak bisa terlepas dari masyarakat Batak.
"Jadi statement saya, mohon maaf ya Pak Gubernur, babi itu tidak boleh dilepaskan dari adat-istiadat orang Batak," tambahnya.
Hal lain, pihak DPRD yang diwakilkan oleh Viktor Silaen menyampaikan bahwa pemusnahan ternak babi akan mengurangi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumatera Utara.
"Dan tadi, Pak Silaen sudah menekankan juga bahwa babi itu sumber PAD bagi masyarakat Sumatera Utara. Maka, babi itu jangan dimusnahkan. Kalau itu dimusnahkan, maka hal itu akan memperkecil PAD Sumatera Utara," jelasnnya. (*)
Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Edy Rahmayadi Buka-bukaan Tanggapi Aksi Save Babi