Gubernur Edy Rahmayadi Angkat Bicara, Respons Aksi Save Babi di Medan Sumatera Utara Sumut

Edy Rahmayadi membantah tudingan dari para pendemo 'Save Babi' yang menyebutkan, bahwa dirinya berencana untuk memusnahkan seluruh hewan ternak babi.

Editor: Marlen Sitinjak
Shutterstock
Gubernur Edy Rahmayadi Angkat Bicara, Respons Aksi Save Babi di Medan Sumatera Utara (Sumut). 

Gubernur Edy Rahmayadi Angkat Bicara, Respons Aksi Save Babi di Medan Sumatera Utara Sumut

MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi memastikan pemerintah tidak akan memusnahkan seluruh hewan ternak babi milik masyarakat, guna menghentikan penyebaran virus Hog Cholera dan ASF.

Jika pemusnahan ini dilakukan, kata dia, akan menyebabkan kesenjangan sosial bagi para peternak babi yang ada di Sumut.

Edy Rahmayadi membantah tudingan dari para pendemo 'Save Babi' yang menyebutkan, bahwa dirinya berencana untuk memusnahkan seluruh hewan ternak babi.

"Yang mau Musnahkan siapa? tanya kepada yang bertanya mau musnahkan itu siapa," kata Edy saat ditemui usai melaksanakan salat, di Masjid Agung, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Senin (10/02/2020).

Mantan Ketua PSSI ini meminta kepada seluruh masyarakat Sumut bersama-sama dapat menuntaskan masalah wabah virus yang menyebabkan kematian massal ternak babi.

Pastinya, kata dia seluruh peternak tidak menginginkan virus ini menyerang hewan ternaknya.

Virus Corona Kian Mengganas - 1.013 Orang Meninggal, 3.946 Sembuh dan 42.763 Kasus! Indonesia?

"Persoalan babi ini, harus kita bersama-sama mengatasinya. Ini kan musibah," katanya.

"Semua orang pastinya tidak ingin ada wabah ini. Untuk itu harus bersama-sama mengatasi ini, tidak bisa menjadikan persoalan ini," jelasnya.

Rismon Sirait : Maaf Pak Gubernur, Babi Tidak Boleh Dilepaskan Dari Adat Istiadat Orang Batak

Ketua Sanggar Budaya Lusido Ajibata, Rismon Raja Mangatur Sirait menjadi peserta demo dan sekaligus tokoh yang senantiasa menyuarakan perlawanan terhadap pemusnahan babi.

Dalam komentarnya, Rismon Raja Mangatur Sirait mengatakan, ada dua indikator penolakan pemusnahan babi yang diwacanakan akibat virus ASF oleh pemerintah.

"Ada dua indikator utama kenapa ini harus kita perjuangkan. Yang pertama, babi itu tidak boleh lepas dari adat-istiadat orang batak," kata Rismon Sirait usai demo di depan Kantor DPRD Sumut pada Senin (10/2/2020).

"Yang kedua, babi itu tidak terlepas dari sosial, ekonomi, dan budaya, itu namanya," sambungnya.

Alasannya, pemusnahan babi akan mengakibatkan ribuan masyarakat yang bersentuhan dengan babi akan menganggur.

"Ribuan peternak babi, kalau ini dimusnahkan, ribuan masyarakat itu akan pengangguran. Juga ribuan pengusaha, contoh rumah makan BPK atau rumah makan babi, itu ribuan orang," bebernya.

Pemusnahan babi yang mengakibatkan pengangguran bisa memicu munculnya penjahat.

Ramalan Shio Hari Ini Selasa 4 Februari, Shio Babi Kehilangan, Naga Dapat Berita Mengejutkan

"Ribuan orang, bila babi dimusnahkan akan menjadi pengangguran atau menjadi selama ini berusaha dengan baik, pengusaha dengan baik menjadi penjahat. Apa kita mau masyarakat kita menjadi penjahat di Sumatera Utara," ujarnya.

Dari penuturannya, Rismon Sirait menyampaikan kepada Gubernur Sumut bahwa babi tidak bisa terlepas dari masyarakat Batak.

"Jadi statement saya, mohon maaf ya Pak Gubernur, babi itu tidak boleh dilepaskan dari adat-istiadat orang Batak," tambahnya.

Hal lain, pihak DPRD yang diwakilkan oleh Viktor Silaen menyampaikan bahwa pemusnahan ternak babi akan mengurangi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumatera Utara.

"Dan tadi, Pak Silaen sudah menekankan juga bahwa babi itu sumber PAD bagi masyarakat Sumatera Utara. Maka, babi itu jangan dimusnahkan. Kalau itu dimusnahkan, maka hal itu akan memperkecil PAD Sumatera Utara," jelasnnya. (*)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Edy Rahmayadi Buka-bukaan Tanggapi Aksi Save Babi

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved